
Bekasi, kabarterdepan.com- Yayasan Peduli Kasih Bekasi (YPKB) di RT 13 RW 04, Kelurahan Telukpucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi kesulitan mendapatkan keterangan domisili dari pihak kelurahan Telukpucung dan Kecamatan Bekasi Utara.
Padahal, yayasan sosial ini telah memiliki Surat Keputusan Kementerian Sosial (SK Kemensos) RI dan izin resmi sebagai IPWL dari Badan Narkotika Nasional (BNN).
Ketua Yayasan Peduli Kasih Bekasi (YPKB), Saudin Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan dialog dengan pihak RT dan RW setempat, namun belum menemui titik terang.
“Ya memang sudah dilakukan musyawarah warga pada tanggal 18 Mei 2025 di Kp. Irian RT.013 RW.004, dengan hasil keputusan menolak keberadaan dan operasional Yayasan Peduli Kasih Bekasi di lingkungan warga RT.013 RW.004,” ujar Saudin, Senin (13/10/2025).
Penolakan itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan oleh Kelurahan Teluk Pucung pada 17 Juni 2025.
Di surat penolakan itu terdapat sejumlah poin, salah satunya pihak Kelurahan Teluk Pucung menyampaikan bahwa pada prinsipnya mereka mendukung penuh program dan kegiatan pemerintah dalam mencegah dan merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, dengan tetap memperhatikan keputusan hasil musyawarah warga yang memberikan penolakan terhadap keberadaan Yayasan Peduli Kasih di lingkungannya, maka rekomendasi surat keterangan domisili yayasan tidak dapat diberikan.
Saudin menegaskan kehadiran yayasan Peduli Kasih adalah murni untuk solusi permasalahan narkoba.
“Kami hadir untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan narkoba di masyarakat, bukan menjadi masalah. Kami ingin melakukan kerja sosial, kemanusiaan, kami dampingi secara profesional,” jelas Saudin, Senin (13/10/2025)
Saudin menambahkan bahwa warga di sekitar lokasi yayasan telah menyetujui keberadaan YPKB, namun pihak RT beranggapan bahwa daerah tersebut tidak membutuhkan yayasan rehabilitasi karena sudah ada majelis taklim.
Selain itu, RT juga khawatir bahwa yayasan tersebut akan berubah menjadi gereja. “Padahal dari dua lokasi yayasan sebelumnya sudah terbukti tidak ada aktivitas apa-apa kecuali rehabilitasi narkoba,” terangnya.
Saudin sudah beberapa kali mendatangi Kantor Walikota Bekasi untuk menyampaikan keluhannya namun tidak pernah bertemu Walikota Bekasi hingga berita ini diturunkan.
Harapan Yayasan Peduli Kasih
Saudin berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat turun tangan dan memberikan solusi permanen mengenai domisili operasional yayasan. “Kami membutuhkan kepastian lokasi.
“Kami berharap Pemkot Bekasi dapat memberikan solusi, atau mediasi yang efektif, sehingga kami bisa terus berkontribusi tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat. Layanan rehabilitasi ini sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan generasi bangsa,” pungkasnya. (Yanso)
