
Sampang, kabarterdepan.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sampang punya dampak lain. Salah satunya pedagang kantin sekolah yang mengeluh omzet menurun.
Salah satunya adalah Bu Ila, pedagang kantin di SMAN 3 Sampang, yang biasanya mampu meraup omzet hingga Rp500 ribu per hari. Kini, penghasilannya hanya berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.
Harapan Pedagang Kantin Sekolah
“Ya sekarang sendok plastik saya jual, mas. Kalau nggak gitu saya nggak bisa bertahan. Mau nggak mau ya kita tetap berusaha hidup, gimana caranya tetap dapat uang, kadang anak-anak cewek langganan saya beli sendok, beli air mineral, atau nambah lauk. Kalau dari minuman sih lumayan meningkat, tapi tetap aja nggak nutup. Kami berharap pedagang kantin juga dapat perhatian, mas,” ucapnya saat di wawancarai kabarterdepan.com, Jumat (10/10/2025)
Sementara itu, dua siswi SMAN 3 Sampang, Yuli dan Ratih, mengaku senang dengan adanya program MBG. Mereka menilai program ini membantu meringankan beban orang tua.
“Seneng sih, Kak. Soalnya bisa lebih hemat jajan. Kadang sore kalau mau beli seblak udah nggak perlu minta uang lagi ke orang tua. Jadi nggak mikirin sarapan juga,” ujar Yuli.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 3 Sampang, Saifuddin, mengatakan pihak sekolah telah berupaya menyeimbangkan pelaksanaan program agar tidak merugikan pedagang kantin.
“Kami sudah mencoba menyiasati agar MBG dimakan di jam makan siang, supaya anak-anak masih bisa jajan di kantin saat istirahat. Yang jelas kami mendukung penuh program MBG ini, tapi tetap berusaha agar masyarakat sekitar tidak dirugikan,” jelas Saifuddin.
Program MBG diharapkan terus menjadi langkah strategis untuk membangun generasi sehat dan cerdas, namun pemerintah daerah juga diharapkan lebih peka terhadap dampak sosial ekonomi yang muncul di lapangan, terutama bagi pedagang kecil di lingkungan sekolah. (Fais)
