
Surabaya, Kabarterdepan.com-PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini Pelindo memberikan bantuan untuk pengambangan Desa Binaan Wisata Penawar Sari, yang berlokasi di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.
Pelaksanaan TJSL ini merupakan bentuk komitmen Pelindo dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.
Sebagai lokasi wisata yang tengah berkembang di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Desa Binaan Pelindo Wisata Penawar Sari menyajikan panorama alam berbasis konservasi dengan sumber mata air alami yang dipercaya memiliki manfaat penyembuhan.
Bantuan Pelindo
Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketapang, Robby mengatakan bantuan Pelindo tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar tempat wisata Penawar Sari. Fasilitas kini lebih lengkap, mulai dari kamar mandi, lapak UMKM, hingga area ground camp bagi wisatawan yang ingin berkemah.
“Kami juga tetap menjaga ekosistem alamnya agar tetap asri, dengan banyak pohon rindang dan aliran sumber air yang jernih,” ujar Robby, Kamis (9/10/2025).
Lebih lanjut, dengan pengembangan wisata baru di Kabupaten Banyuwangi dapat mendongkrak perekonomian dan menciptakam lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Purwanto Wahyu Widodo, Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 menuturkan pada tahun 2024, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menyalurkan bantuan tahap pertama sebesar Rp100 juta yang direalisasikan untuk pembangunan 5 stand UMKM, pavingisasi halaman, pembangunan gapura, dan renovasi toilet umum.
Selanjutnya, pada tahun 2025, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa kembali memberikan bantuan tahap kedua sebesar Rp140 juta yang difokuskan pada pembangunan area camping ground, perluasan kolam wisata, serta pembangunan gazebo sebagai fasilitas pendukung kegiatan wisata alam.
“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi warga, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan pemanfaatan kekayaan alam secara berkelanjutan,” tuturnya.
Dengan adanya dukungan tahap kedua berupa pembangunan area camping ground, perluasan kolam, dan pembangunan gazebo, kami berharap Wisata Penawar Sari dapat menjadi ikon baru pariwisata Banyuwangi serta pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Sinergi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero), pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan kawasan wisata yang mandiri dan lestari,” pungkasnya.
