Animo Tinggi! Kuota Casis Sekolah Rakyat di Sragen Penuh, Pemkab Siapkan Pleno SK Bupati

Avatar of Jurnalis: Masrikin
Oplus_0

 

CALON SISWA SEKOLAH RAKYAT: Arfian Surya Okto Pratama bersama Ibu Erfina Sri Lestari warga Desa Sidodadi Kecamatan Masaran saat bersama petugas asesmen calon siswa Dinas Sosial Kabupaten Sragen. (Masrikin/kabarterdepan.com)
CALON SISWA SEKOLAH RAKYAT: Arfian Surya Okto Pratama bersama Ibu Erfina Sri Lestari warga Desa Sidodadi Kecamatan Masaran saat bersama petugas asesmen calon siswa Dinas Sosial Kabupaten Sragen. (Masrikin/kabarterdepan.com)

Berita Sragen, kabarterdepan.com – Proses penjaringan dan asesmen calon siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Kabupaten Sragen terus berlangsung secara intensif.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sragen bersama Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) terus menyisir pelosok desa demi memastikan anak-anak dari keluarga rentan mendapatkan akses pendidikan formal secara gratis melalui Program Sekolah Rakyat.

Kuota Siswa Sekolah Rakyat

Koordinator PKH Kabupaten Sragen, Cahyo Hendris Setiyawan, menyampaikan bahwa saat ini jumlah calon siswa yang telah memenuhi kuota rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP dan SMA sudah mencukupi.

Namun demikian, panitia tetap membuka kuota siswa cadangan guna mengantisipasi jika terdapat kekosongan atau pengunduran diri dari calon siswa yang telah terdaftar.

“Untuk jenjang SMA sudah terjaring 29 siswa, sementara jenjang SMP sebanyak 26 siswa. Masih tersedia kuota cadangan untuk jenjang SMP, maksimal dua anak,” jelas Cahyo, Kamis (9/10/2025).

Salah satu calon siswa yang telah mengikuti proses asesmen dan verifikasi adalah Arfian Surya Okto Pratama, remaja berusia 13 tahun asal Wates RT 32, Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Sragen.

Arfian sebelumnya sempat putus sekolah di kelas VIII dan kini menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat jenjang SMP.

Ibunya, Erfina Sri Lestari, mendukung penuh keputusan anaknya dan berharap program ini bisa menjadi jalan bagi Arfian untuk menyelesaikan pendidikan tanpa beban biaya.

“Anak saya ingin kembali bersekolah. Kami percaya Program Sekolah Rakyat ini bisa memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen, Yuniarti, menjelaskan bahwa setelah proses asesmen dan verifikasi selesai, nama-nama calon siswa yang lolos akan dibahas dalam forum pleno dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Sragen.

“Selesai verifikasi dan asesmen, selanjutnya akan ditetapkan dalam SK Bupati,” ujarnya singkat.

Program Sekolah Rakyat Terpadu nerupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan dan tidak mampu, dengan prinsip tanpa pungutan biaya serta mengedepankan pendidikan berbasis karakter

Responsive Images

You cannot copy content of this page