Wakil Bupati Mojokerto Resmi Membuka TMMD 126 Tahun 2025, Telan Anggaran Rp 1,6 Miliar

Avatar of Jurnalis: Ahmad
PERESMIAN TMMD: Wakil Bupati Mojokerto foto bersama Danrem, Dandim. (Innka Cristy Natalia/kabarterdepan.com)
PERESMIAN TMMD: Wakil Bupati Mojokerto foto bersama Danrem, Dandim. (Innka Cristy Natalia/kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, KabaraTerdepan.com – Wakil Bupati Mojokerto secara resmi membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 126 tahun anggaran 2025, di Halaman Kantor Bupati Mojokerto, Rabu (8/10/2025).

Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa 126 ini dilakukan di Desa Sumber Tanggul Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dengan anggaran Rp 1,6 miliar.

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, hingga Pramuka.

Acara ini diawali dengan penandatanganan naskah serah terima, penyematan tanda peserta, serta penyerahan peralatan TNI Manunggal Membangun Desa ke-126. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan menegaskan kesiapan pelaksanaan program.

Pentingnya TMMD

Wakil Bupati Mojokerto, Dr. Muhammad Rizal Octavian, yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat.

Wakil Bupati menyampaikan, TTMD bukti nyata TNI bersama rakyat untuk pemerataan desa

“TMMD merupakan bukti nyata menunggalnya TNI bersama pemerintah dan masyarakat dalam pemerataan pembangunan serta penguatan ketahanan pangan.” Pernyataan ini menekankan bahwa program ini lebih dari sekadar pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Program TNI Manunggal Membangun Desa dirancang sebagai kegiatan terpadu lintas sektoral. Program ini melibatkan TNI, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai stakeholder terkait dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaannya.

Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian menambahkan, tujuan dari TTMD adalah pemerataan pembangunan nasional, untuk masyarakat lebih sejahtera, adil, dan bergotong royong serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

Proses perencanaan TMMD 2025 menggunakan sistem Bottom Up, di mana aspirasi masyarakat menjadi dasar penentuan sasaran kegiatan. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1,6 miliar, menegaskan besarnya skala dan dampak kegiatan ini.

Program TMMD juga menjadi sarana pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat. Selain meningkatkan akselerasi pembangunan desa, program ini memiliki indikator kinerja yang terkait dengan indeks desa membangun, sehingga manfaatnya terasa langsung di tingkat lokal.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati menyampaikan terima kasih atas dukungan, kerjasama, dan sinergi yang mendukung pelaksanaan TMMD 126.

“Semoga niat ikhlas ini membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup. (Innka Cristy Natalia)

Responsive Images

You cannot copy content of this page