Penting! Keluarga Jadi Kunci Tekan Angka Stunting di Kota Mojokerto

Avatar of Jurnalis: Riris
Potret pelatihan dan pendampingan keluarga balita stunting di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon untuk tekan angka stunting. (Kominfo Kota Mojokerto / Kabarterdepan.com)
Potret pelatihan dan pendampingan keluarga balita stunting di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon untuk cegah angka stunting. (Kominfo Kota Mojokerto / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.comPemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam upaya menurunkan angka stunting.

Melalui pelatihan dan pendampingan keluarga balita stunting di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal.

“Peran keluarga adalah benteng utama. Tujuan kita sama, menekan angka stunting hingga nol. Berdasarkan data e-PPGBM, masih ada 1,54 persen balita yang mengalami stunting di Kota Mojokerto,” ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita itu, Selasa (7/10/2025).

Tidak hanya mendapat edukasi dan tambahan asupan gizi, para keluarga balita stunting juga berkesempatan berdialog langsung dengan Wali Kota dan Dinas Kesehatan.

Melalui forum ini, para orang tua didorong untuk lebih memahami pola asuh, pemenuhan gizi, serta pentingnya lingkungan sehat bagi anak-anak mereka.

Potret Wali Kota Mojokerto, Ning Ita, dalam elatihan dan pendampingan keluarga balita stunting di Pulorejo. (Kominfo Kota Mojokerto)
Potret Wali Kota Mojokerto, Ning Ita, dalam elatihan dan pendampingan keluarga balita stunting di Pulorejo. (Kominfo Kota Mojokerto)

Upaya Penurunan Angka Stunting Melalui Sinergi Lintas Sektor

Ning Ita menekankan bahwa upaya penurunan stunting tidak bisa diserahkan hanya kepada tenaga kesehatan.

Sinergi lintas sektor, termasuk organisasi perempuan dan masyarakat, dibutuhkan agar setiap keluarga mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.

“Dengan bergerak bersama, kita bisa menyiapkan generasi unggul yang kelak menjadi penerus pembangunan Kota Mojokerto,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para ibu merawat anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

“Anak adalah titipan Allah. Selain gizi, cinta kasih ibu menjadi faktor penting dalam keberhasilan tumbuh kembang anak,” pungkasnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak lebih banyak keluarga tangguh yakni keluarga yang tidak hanya peduli pada kesehatan anaknya sendiri, tetapi juga menjadi teladan bagi masyarakat sekitar untuk membangun generasi Mojokerto yang sehat, cerdas, dan unggul. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page