Disebut Ulah Hacker Bjorka, Inilah 9 Kasus Heboh Kebocoran Data Pemerintah dan Swasta

Avatar of Jurnalis: Riris
Foto profil Hacker Bjorka. (X)
Foto profil Hacker Bjorka. (X)

Nasional, Kabarterdepan.com – Hacker Bjorka mencuri perhatian publik karena serangkaian kebocoran data besar dari berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Nama sosok peretas yang dikenal sejak 2022  itu kembali mencuat setelah Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial WFT (22) asal Minahasa, Sulawesi Utara yang mengaku sebagai dirinya dan mengklaim telah meretas 4,9 juta data nasabah bank.

Daftar Data yang Dibocorkan Hacker Bjorka

Berikut adalah daftar kasus kebocoran data yang sempat diklaim dilakukan oleh Bjorka, berdasarkan berbagai laporan:

1. Tahun 2022, Bjorka membocorkan lebih dari 26 juta data browsing history pengguna IndiHome (Telkom). Data yang dijual mencakup kata kunci, domain, browser, URL, nama, alamat email, orientasi gender, hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK). Lebih mengejutkan, sebagian data tersebut dibagikan secara gratis.

2. Tahun 2022, terjadi kebocoran 1,3 miliar data kartu SIM yang dijual di forum gelap. Data tersebut berisi NIK, nomor telepon, nama provider, dan tanggal pendaftaran.

3. Tahun 2022, Bjorka mengklaim telah membocorkan database 105 juta warga Indonesia milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui situs breached.to dengan unggahan berjudul “Indonesia Citizenship Database From KPU 105M.”

4. Tahun 2022, Bjorka juga membagikan dokumen negara yang diklaim milik Presiden Joko Widodo, termasuk surat rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2019–2021.

5. Tahun 2022, Bjorka membocorkan data pribadi sejumlah pejabat publik, seperti Menkominfo Johnny G. Plate dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Data berisi NIK, nomor KK, alamat rumah, hingga nomor telepon yang dibagikan melalui Telegram.

6. Tahun 2022, Bjorka menjual 3,2 miliar data dari aplikasi PeduliLindungi seharga sekitar US$100 ribu (Rp 1,5 miliar).

7. Tahun 2023, Bjorka diduga membobol data 34,9 juta pemegang paspor Indonesia dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Data berisi nama lengkap, nomor paspor, tanggal lahir, hingga tanggal kedaluwarsa, dengan total ukuran 4 GB yang dijual seharga US$10.000.

8. Tahun 2024, muncul kebocoran 6 juta data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang dijual seharga Rp150 juta. Data tersebut mencakup NIK, alamat, nomor ponsel, email, dan berbagai informasi pribadi lainnya.

9. Tahun 2025, melalui situs NetLeaks, Bjorka dikabarkan membocorkan 341 ribu data anggota Polri yang berisi nama lengkap, pangkat, satuan, nomor HP, dan alamat email. Namun, dugaan sementara menyebutkan data tersebut merupakan data lama dari tahun 2016–2017.

Selain itu, dalam unggahan terbarunya, Bjorka mengancam akan membocorkan data milik Badan Gizi Nasional.

Daftar ini menambah panjang kasus kebocoran data di Indonesia dan menjadi pengingat pentingnya peningkatan keamanan siber,(*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page