Wali Kota Yogyakarta Soal Parkir Digital: Masa Kalah Sama Kabupaten?

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat menyalami juru parkir saat peluncuran 100 titik parkir digital di Kantor Cabang Bank Indonesia (BI) DIY, Senin (6/10/2025). (Pemkot Yogyakarta for kabarterdepan.com)
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat menyalami juru parkir saat peluncuran 100 titik parkir digital di Kantor Cabang Bank Indonesia (BI) DIY, Senin (6/10/2025). (Pemkot Yogyakarta for kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melontarkan sindiran keras terhadap lambatnya penerapan sistem parkir digital di wilayah Kota Yogyakarta.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat peluncuran 100 titik parkir digital berbasis Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Kantor Cabang Bank Indonesia (BI) DIY, Senin (6/9/2025).

Wali Kota Yogyakarta menyebut, sebagai kota wisata, kota pelajar, dan kota budaya, Yogyakarta seharusnya tidak tertinggal dibandingkan daerah kabupaten lain dalam urusan digitalisasi layanan publik.

“Kan malu, kalah sama Gunungkidul. Jenengan pripun, Kota Jogja ini kota wisata, kota pelajar, kota budaya, turis asing banyak, malah katrok,” ujarnya.

“Sementara orang Wonosobo, orang Sidoarjo tukang parkir sudah gaya-gaya semua. Kota Yogyakarta ini harus bisa, kalau nggak bisa terus pie,” lanjut Wali Kota Yogyakarta.

Penggunaan QRIS juga disebutnya dapat dimaknai sebagai cara untuk memperkuat ekonomi secara mandiri dan sebagai benteng ideologi.

“Ini punya ideologi, Amerika saja takut dengan QRIS. Jika berkembang nantinya Indonesia pasti mandiri,” kata Hasto.

Program ini menjadi upaya Pemerintah Kota untuk meningkatkan kualitas layanan parkir sekaligus mendorong penggunaan pembayaran nontunai di masyarakat.

Parkir Digital Ciptakan Transparansi

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengatakan parkir digital menjadi langkah penting untuk menciptakan transparansi penerimaan daerah dan mengurangi praktik nuthuk atau penarikan tarif parkir di luar ketentuan.

“Ini menjadi salah satu program positif, berharap masyarakat, pemerintah maupun juru parkir bersiap melakukan digitalisasi,” ujarnya.

“QRIS ini harapanku semakin meningkat terutama untuk mewujudkan transparansi penerimaan daerah,” imbuhnya.

Agus menyampaikan, 100 titik parkir digital akan dipasang di berbagai lokasi penyangga hingga kawasan Brigjen Katamso.

Dishub juga melakukan pembinaan terhadap juru parkir agar dapat beradaptasi dengan sistem pembayaran modern dan memberikan pelayanan yang lebih profesional. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page