
Jember, Kabarterdepan.com- Pencairan honor guru ngaji di Jember tetap dilaksanakan meskipun hari libur. Seperti pencairan honor guru ngaji di kecamatan Tempurejo, Jember, Sabtu (4/10/2025).
Pencairan honor guru di Kecamatan Tempurejo serentak untuk 6 desa, diantaranya Desa Tempurejo, Sidodadi, Wonosari, Sanenrejo, Curahnongko, dan Sanenrejo
Di desa Tempurejo ada 40 Guru Ngaji yang berhak menerima. Mereka sangat antusias dengan wajah terlihat ceria. Begitu juga dengan kondisi yang terjadi di Desa Sidodadi ada 150 guru ngaji yang sudah antre dengan tertib sejak Sabtu pagi pukul 08.00 Wib.
Camat Tempurejo Muhammad Najmul Huda mengatakan bahwa pelaksanaan Pencairan honor di Kecamatan Tempurejo berjalan lancar dan tertib.
“Mereka cukup bawa KTP, buku tabungan dan isi blanko penarikan yang sudah disiapkan oleh petugas Bank Jatim Jember, kurang lebih 5 menit pelayanan per orang sudah mendapatkan haknya sebedar Rp.1.500.000 tanpa ada potongan,” ucapnya, Sabtu (4/10/2025).
Imbauan untuk Guru Ngaji
Selain itu Muhammad Najmul Huda juga mengimbau, kepada para guru untuk ikut membantu mensosialisasikan program dari pemerintahan Gus Bupati Fawait seperti penanganan stunting, pelayanan pengobatan kesehatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC) dan sebagainya.
“Guru Ngaji ini kan setiap hari bersentuhan langsung dengan warga, sehingga peran mereka sangat diharapkan disela kegiatan mengajar ada edukasi ke orang tua dari santri yang mengaji,” lanjutnya.
Sementara Hani, guru dari TPA Miftahul Ulum asal Desa tempurejo mengatakan sudah kedua kalinya menerima honor dari pemkab Jember. ‘Honor sebesar Rp.1.500.000 per tahun.
“Tentunya ini sangat bermanfaat bagi kami untuk membantu kuliah di UIN KHAS Jember,” kata Hani yang masih aktif kuliah di UIN KHAS Jember semester 3.
“Untuk proses pencairan saya kira cukup simple tidak perlu antri lama, kurang lebih 5 menit sudah bisa dicarikan oleh petugas bank jatim yang langsung datang di desa Tempurejo,” imbuhnya.
Lain halnya bagi Sugiono, guru asal Sidodadi yang keseharian sebagai penjual tahu. Ia bersyukur adanya honor ini sangat membantu untuk nambah modal.
“Di tempat musala yang saya tempati untuk memberikan pembelajaran baca Alquran usai sholat Magrib ada sekitar 40 orang, sudah dua tahun ini saya dapat honor dari Penkab Jember, terima kasih Gus Fawait,” ujarnya.
“Kami sebagai guru ngaji ke depan pihak Pemkab Jember bisa memberikan bantuan asuransi tenaga kerja,” pinta Sugiono. (Lana)
