Plafon Ambrol di Ruang Kelas SD di Sampang Ambrol, Respon Dinas Pendidikan Disorot

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kondisi kelas setelah plafon ambrol di SDN Bunten Barat 3 Ketapang (fais/kabarterdepan.com)
Kondisi kelas setelah plafon ambrol di SDN Bunten Barat 3 Ketapang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Plafon ambrol di salah satu ruang kelas di SDN Bunten Barat 3, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jumat (3/10/2025) pagi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala UPTD SDN Bunten Barat 3, Tika Kartika, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut plafon ambrol di ruang kelas itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ketika para siswa sedang melaksanakan senam pagi di halaman sekolah.

“Proses belajar mengajar sementara dipindahkan ke musala tetangga sekolah,” terangnya.

Respon Dinas Pendidikan Atas Plafon Ambrol

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Fadeli, maupun Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Sampang, Abd Rahman, belum dapat dimintai keterangan terkait plafon ambrol di ruang kelas tersebut dan kritik atas belanja anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang kembali menuai sorotan publik setelah peristiwa tersebut. Sebelumnya ramai pemberitaan terkait pemeriksaan oleh pihak kejaksaan, kini instansi tersebut kembali dikritik keras lantaran belanja anggaran yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan nyata pendidikan di lapangan.

Aktivis pendidikan dan HAM, Risma, mengungkapkan kekecewaannya usai melihat daftar pengadaan di SIRUP LKPP. Dalam catatannya, Dinas Pendidikan Sampang menganggarkan belanja perabotan berupa meja rapat, kursi rapat, dan kursi kerja senilai Rp104.500.000 (kode RUP 53877219), serta pembelian alat musik drum band senilai Rp132.720.000 (kode RUP 56219410).

“Dinas lebih mementingkan kenyamanan kursi kerja dibanding keselamatan guru dan siswa di sekolah-sekolah pelosok,” ujarnya saat di wawancarai, Jumat (3/10/2025). (Fais).

Responsive Images

You cannot copy content of this page