Mengenal Kawasan Kota Lama Surabaya, Warisan Sejarah yang Dilestarikan

Zona Eropa yang menjadi salah satu bagian Kawasan Kota Lama Surabaya
Zona Eropa yang menjadi salah satu bagian Kawasan Kota Lama Surabaya

Surabaya, Kabarterdepan.com- Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya merupakan kota yang penuh dengan sejarah, khususnya pada masa kolonial Belanda. Sebagai kota pelabuhan penting, Surabaya menjadi melting pot beragam suku bangsa, seperti seperti Jepang, Tiongkok, dan Arab.

Jejak peninggalan bersejarah tersebut hingga saat ini masih terawat dengan baik dan dapat dilihat oleh masyarakat di Kawasan Kota Lama Surabaya. Kawasan bersejarah ini menjadi saksi bisu perjalanan Kota Surabaya dari masa ke masa.

Kota Lama Surabaya terbagi dalam 4 zona yakni, zona Eropa, Pecinan, Melayu dan Arab. Untuk zona inti yang meliputi pusat dari zona eropa memiliki luas sekitar 12,9 hektar, sementara itu zona penyangga yang merupakan pelindung zona inti yang dominasi berada pada deliniasi Situs Niaga, memiliki luasan sekitar 27,8 ha dan terakhir zona penunjang dengan luasan sekitar 37,6 ha.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Kawasan Kota Lama ini dilestarikan agar warga Surabaya terutama generasi muda tetap mengingat dan mengenang hasil perjuangan para pahlawan yang berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan melawan penjajah.

“Kawasan Kota Lama ini mengingatkan kita akan perjuangan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah. Dalam pertempuran di Surabaya Jenderal Tinggi Inggris, Mallaby tewas di tangan pejuang Surabaya,” jelas Eri kepada Kabarterdepan.com, Jumat, (3/10/2025).

Obyek Wisata Kota Lama Surabaya

Lebih lanjut, Eri menambahkan Kawasan Kota Lama Surabaya tidak hanya berfungsi sebagai salah satu objek wisata, tetapi juga pengingat perjuangan arek-arek Suroboyo yang berjuang mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan tanah air mereka dari penjajah.

“Kepada warga Surabaya, saya mengajak ayo untuk menjaga Kawasan Kota Lama ini bersama sama, agar torehan sejarah perjuangan para pahlawan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya,” tambahnya.

Saat berkunjung di kawasan kota tua anda bisa mengunjungi beberapa bangunan ikonik yang ada di sana khususnya di Zona Eropa, salah satunya gedung internatio. Gedung ini merupakan bekas kantor Internationale Crediet-en Handels-Vereeniging Rotterdam atau Perkumpulan Kredit dan Perdagangan Internasional Rotterdam yang dibangun pada 1929 silam.

20240627 174227
Zona Pecinan yang menjadi bagian Kawasan Kota Lama Surabaya

Salah satu warga Dukuh Pakis Surabaya, Nuratika mengaku kagum dengan suasana kota lama saat ini. Dimana dulunya kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan yang kumuh namun berhasil disulap menjadi bersih dan menarik seperti saat ini.

“Perubahannya positif sekali, dulu kan kumuh ya, tapi sekarang bisa bersih dan bagus lagi. Banyak tempat menarik yang instagramble dan pasti fasilitasnya juga lengkap,” jelas wanita yang akrab disapa Tika ini.

Lalu untuk Zona Pecinan anda bisa melihat berbagai pertokoan tua lengkap dengan plakat nama berbahasa mandarin yang berjejer di sepanjang jalan Kembang Jepun. Arsitektur bangunan-bangunan ini menggabungkan elemen-elemen Eropa dan Asia, mencerminkan keragaman budaya yang ada di kawasan ini.

Sedangkan untuk Zona Melayu anda dapat mengunjungi jalan panggung dan jalan pabean. Di zona melayu ini anda bisa melihat beragam bangunan yang memiliki gaya arsitektur khas ras melayu. Disini anda bisa menyaksikan beragam rumah panggung yang berwarna-warni yang menjadi ciri khas perkampungan melayu.

Zona Arab Kota Lama

Terakhir Zona Arab, untuk zona arab ini masih dalam tahap revitalisasi, di zona ini berada di area perkampungan warga keturunan arab yang pada jaman dahulu banyak berprofesi sebagai pedagang. Salah satu bangunan unik yang ada disini tak lain merupakan area makam sunan ampel yang menjadi salah satu tokoh penyebaran agama islam di Surabaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah menuturkan untuk melengkapi Kawasan Kota Lama Surabaya, pihaknya telah menyediakan beragam fasilitas, salah satunya adalah mobil jeep dan becak listrik.

Dengan fasilitas yang disediakan ini masyarakat dapat berkeliling kawasan Kota Lama Surabaya yang terdiri dari 4 zona, yakni Zona Eropa, Zona Pecinan, Zona Arab dan Zona Melayu.

“Jadi berbagai fasilitas kita sudah beroperasi seperti tour dengan jeep, becak wisata, sepeda listrik. Dengan fasilitas ini masyarakat bisa melihat-lihat Kawasan Kota Lama,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page