Sampah MBG di Sampang Capai 28 Ton Per Minggu

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Sampah MBG
Pemilahan sampah MBG di SPPG Dalpenang Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com– Program Presiden Prabowo Subianto terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam hal pengelolaan sampah MBG.

Dari penelusuran kabarterdepan.com, satu dapur MBG di Kabupaten Sampang mampu mengolah sekitar 766 kilogram bahan makanan per minggu untuk melayani lebih dari 3.000 penerima manfaat.

Dengan jumlah dapur aktif sebanyak 37 titik, maka total timbulan sampah organik dan anorganik yang dihasilkan mencapai kurang lebih 28.342 kilogram atau setara 23 ton per minggu.

Kepala SPPG Dalpenang, Atok, menyampaikan bahwa pihaknya memberi perhatian khusus terhadap pengelolaan limbah dan sampah dapur.

“Pengelolaan sampah dan limbah bekas cucian ompreng menjadi fokus kami dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bekas minyak dari cucian disaring dan disedot sehingga air yang dibuang ke selokan tetap bersih,” jelas Atok.

Pengelolahan Sampah MBG

Atok menambahkan, dapurnya lebih memilih bekerja sama dengan pihak eksternal ketimbang DLH untuk pengolahan sampah.

“Untuk sampah nonorganik, pihak eksternal menggunakan alat ramah lingkungan yang tidak menimbulkan asap pekat. Menurut kami, metode ini lebih efektif, selain itu kami mendapat bonus dari pihak eksternal untuk pengecekan Ph tanah dan air setiap 3 bulan sekali dan di lab kan ke lab unibraw Malang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, Faisol, menegaskan pihaknya tetap mendukung penuh program MBG, termasuk dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung program MBG ini. Timbulan sampah yang dihasilkan harus ditangani dari sumbernya melalui proses 3R (reduce, reuse, recycle),” ujar Faisol.

Sampah MBG

Penanganan Sampah MPG

Faisol juga menekankan pentingnya pemanfaatan sampah agar memiliki nilai ekonomi.

“Dengan pemanfaatan sampah secara mandiri, timbulan sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang. Selain itu, sampah yang masih bernilai ekonomi bisa dijual kembali dan dimanfaatkan ulang,” ungkapnya saat diwawancarai melalui pesan whatsapp, Rabu (1/10/2025)

DLH berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan terhadap dapur MBG di Sampang. Bentuk pendampingan itu, kata Faisol, mencakup sosialisasi, penyuluhan, dan pemantauan secara berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang tepat, program MBG diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi gizi masyarakat, tetapi juga berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Sampang. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page