Surat Kecil dari Murid untuk Dapur SPPG Dalpenang Sampang

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Dapur SPPG
Dapur SPPG Dalpenang Sampang panen surat haru dari siswa yang bikin kepala dapur tersentuh. (Fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali mencuri perhatian. Kali ini, sorotan tertuju pada surat kecil dari siswa untuk dapur SPPG Dalpenang Sampang yang menyajikan menu terbilang mewah dan variatif, Selasa (30/9/2025).

Menurut penelusuran kabarterdepan.com, menu hari ini berisi nasi putih, telur ayam separuh, gubis, mie suun, soto daging dengan enam irisan daging tebal, serta buah anggur. Soto daging yang disajikan bahkan mendapat pujian karena dagingnya empuk dan porsinya melimpah.

Tanggapan Dapur SPPG

Tim kabarterdepan.com berkesempatan berkunjung langsung ke dapur SPPG dan berbincang dengan Kepala SPPG Dalpenang, Atoullah atau akrab disapa Atok. Atok menjelaskan bahwa variasi menu berkuah sengaja diberikan agar siswa tidak merasa bosan.

“Kami selalu mengutamakan kualitas menu, dan variasi berkuah tiap minggu jadi ciri khas agar anak-anak tetap semangat makan. Semua ini berangkat dari evaluasi dan masukan dari sekolah,” ungkap Atok.

Menariknya, Atok juga mengumpulkan tulisan-tulisan dari siswa sebagai masukan sekaligus kenangan. Salah satunya, sebuah surat kecil yang membuat dirinya terharu.

“Ada anak menulis, ‘makasih kak, kami senang, owh ya kakak/mbaknya jangan lupa makan juga ya. Good bye kak/mbak’ Surat itu membuat saya tersentuh sekaligus bahagia,” ujarnya sembari menunjukkan beberapa surat kepada tim kabarterdepan.com.

Motivasi Dapur SPPG

Atok mengungkapkan rasa syukur dapat menjadi salah masyarakat yang dapat berkontribusi dalam salah satu program yang di gagas oleh Presiden Prabowo, selain itu Atok akan membuat mading yang berisikan surat-surat dari anak-anak SD yang ditujukan kepada dapur SPPG Dalpenang. Hal tersebut membuat dapur SPPG termotivasi agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.

“Nantinya surat-surat tersebut akan kami tempel dan buatkan seperti mading mas, biar kalau kita mau masuk kerja ada motivasi sendiri ke kita agar dapat menjadi lebih baik kedepannya,” tambah atok.

Program MBG, menurut Atok, bukan hanya soal memenuhi gizi anak sekolah, tetapi juga membawa banyak dampak positif. Mulai dari dampak sosial, ekonomi, hingga membiasakan anak-anak untuk lebih menghargai dan bertanggung jawab terhadap makanan mereka. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page