Harga Ayam Potong di Sampang Sempat Menyentuh Rp 45.000 per Kilogram, Kena Dampak MBG?

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Ayam potong di Sampang sempat menyentuh di harga Rp 45.000 per kilogram (fais/kabarterdepan.com)
Ayam potong di Sampang sempat menyentuh di harga Rp 45.000 per kilogram (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang berjalan di Kabupaten Sampang menjadi sorotan publik, terutama terkait dampaknya terhadap perekonomian lokal.

Di tengah euforia pelaksanaan program tersebut, harga kebutuhan pokok justru mengalami kenaikan, khususnya ayam potong dan telur.

Harga Ayam Potong

Dalam pantauan kabarterdepan.com pada Selasa (23/9/2025), harga ayam potong di Pasar Rong Tengah naik menjadi Rp43.000–Rp45.000 per kilogram, sementara harga telur mencapai Rp29.000–Rp30.000 per kilogram.

Seorang warga, Pak Min, mengaku kaget saat membeli ayam potong pada Senin (22/9/2025).

“Biasanya harga lebih murah, tapi kemarin sampai R p45 ribu per kilo. Kaget saya mas,” ujarnya.

Untuk memastikan informasi tersebut, tim kabarterdepan.com turun langsung ke Pasar Rong Tengah dan mendapati harga ayam memang berada di kisaran Rp43.000 per kilogram.

Terkait hal ini, Plt. Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sampang, Kustantinah, menyampaikan bahwa kenaikan harga kemungkinan besar bukan disebabkan oleh MBG.

“Kenaikan ini kemungkinan karena musim muludan, mas. Antusias masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi sangat tinggi, sehingga permintaan bahan pokok meningkat,” jelasnya, Jumat (26/8/2025).

Meski demikian, Pemkab Sampang tetap berupaya menekan harga kebutuhan pokok. Salah satunya dengan menggelar pasar murah di berbagai kecamatan, termasuk di GOR Indoor Sampang.

Kustantinah menambahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan mengkaji lebih lanjut dampak MBG terhadap harga pangan.

“Kami belum bisa memastikan MBG menjadi penyebab utama, karena program ini baru berjalan beberapa minggu. Namun tidak menutup kemungkinan MBG juga berpengaruh. Maka dari itu, perlu kajian lebih dalam,” tegasnya.

Ia menutup dengan optimisme bahwa MBG dapat membawa manfaat besar bagi perekonomian lokal.

“Kami berharap dapur MBG bisa membeli bahan dari produk-produk lokal Sampang. Dengan begitu, perputaran ekonomi di daerah akan semakin tinggi,” pungkasnya. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page