Perkuat Posyandu, Wali Kota Mojokerto Ajak TP dan OPD Kolaborasi Capai SPM Optimal

Avatar of Lintang
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya sinergi antara TP Posyandu dan OPD pengampu Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk memastikan keberhasilan program Posyandu 6 SPM di Kota Mojokerto. (Kominfo Kota Mojokerto)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya sinergi antara TP Posyandu dan OPD pengampu Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk memastikan keberhasilan program Posyandu 6 SPM di Kota Mojokerto. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya sinergi antara Tim Penggerak (TP) Posyandu dan organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal ini menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan program Posyandu 6 SPM di Kota Mojokerto. Penegasan ini disampaikan Ning Ita, sapaan akrab wali kota, dalam upaya menguatkan peran seluruh pihak terkait demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Peran Posyandu sebagai Ujung Tombak Pelayanan Dasar di Kota Mojokerto

Posyandu, sebagai lembaga yang paling dekat dengan masyarakat, memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak.

Namun, Ning Ita menyadari bahwa efektivitas Posyandu tidak akan maksimal tanpa dukungan dan koordinasi yang kuat dari OPD terkait.

“Capaian SPM Kota Mojokerto selama ini sudah sangat optimal. Hampir seluruh indikator telah mendekati angka 100 persen. Sekarang tinggal bagaimana menguatkan peran dan sinerginya,” kata Ning Ita sapaan akrab wali kota.

Ia menambahkan Posyandu 6 SPM adalah bagian dari salah satu program prioritas nasional dan hal tersebut sudah terintegrasi dan memang selaras dengan panca cita.

“Program ini sudah masuk dalam cita pertama, cita kedua, dan cita kelima. Sudah kita lakukan proses cascading. Mungkin nanti tinggal komunikasi dan koordinasi. Dari TP Posyandunya dengan OPD-OPD pengampu SPM. Sing kurang apa, TP. Posyandu bisa membantu dari sisi mana untuk memaksimalkan capaian biar bisa 100%. Mungkin hanya itu. Karena SPM kita alhamdulillah angkanya sudah optimal-optimal. Semuanya sudah di atas 90%,” imbuhnya.

Menurutnya, tantangan penguatan kelembagaan Posyandu 6 SPM akan berbeda antara daerah perkotaan dan pedesaan.

“Kalau di kota, tugasnya relatif ringan karena capaian layanan dasar kita sudah tinggi. Tapi di daerah pedesaan, Posyandu 6 SPM menjadi sangat strategis sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Ning Ita berharap, dengan adanya Posyandu 6 SPM tiap OPD pengampu dan TP Posyandu bisa menguatkan sinergi dan saling berkoordinasi sehingga semuanya capaian SPM bisa 100%. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page