
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa zakat tidak hanya soal kewajiban agama, tetapi juga cermin tanggung jawab moral ASN yang menerima gaji dari uang rakyat.
Dalam Workshop Pengelolaan Zakat di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (23/9/2025), Hasto menyebut zakat bisa menjadi bentuk pertanggungjawaban ASN yang mungkin belum sepenuhnya bekerja sebanding dengan gaji yang diterima.
“Kadang pekerjaan kita dalam sebulan tidak sepadan dengan gaji. Maka zakat hadir sebagai cara menutup kekurangan itu,” ujarnya.
Hasto mengungkapkan, efisiensi anggaran membuat intensitas kerja ASN berkurang, sehingga perlu ada kesadaran apakah mereka benar-benar sudah bekerja sesuai hak yang diterima.
Untuk itu, ia mendorong setiap OPD melaporkan zakat, infak, dan sedekah dalam bentuk grafik, baik kumulatif maupun rata-rata per pegawai. Data ini nantinya dipakai sebagai indikator, sekaligus dasar pemberian penghargaan bagi OPD yang paling konsisten.
“Dipetakan, berapa jumlah zakat dan pegawai. Dari situ kelihatan integritas ASN dalam hal kepedulian sosial,” katanya.
Reward Wali Kota Yogyakarta
Hasto menambahkan, reward akan diberikan saat Hari Jadi Kota Yogyakarta, bisa berupa sertifikat atau catatan khusus sebagai bentuk apresiasi.
Tak hanya itu, ia juga meminta kepala OPD aktif mengingatkan stafnya agar berzakat dan bersedekah, demi menjaga kepercayaan publik terhadap aparatur pemerintah.
Wakil Ketua III Baznas menegaskan, penilaian akan berbasis rata-rata, bukan jumlah total. Hal ini untuk menghindari ketimpangan antar-OPD yang jumlah pegawainya berbeda.
“Yang dihitung adalah rata-ratanya, sehingga lebih adil dan mendorong semangat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” jelasnya. (Hadid Husaini)
