Dinkes Temukan 8 Napi Rutan Sampang Diduga Terinfeksi TBC

Avatar of Redaksi
Potret salah satu Napi Rutan Sampang usai menjalani skrining X-Ray TBC. (Fais / Kabarterdepan.com)
Potret salah satu Napi Rutan Sampang usai menjalani skrining X-Ray TBC. (Fais / Kabarterdepan.com)

Sampang, Kabarterdepan.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang bersama Puskesmas Kamoning melaksanakan pendampingan kegiatan skrining X-Ray TBC di Rutan Kelas IIB Sampang, Jumat (19/9/2025).

Langkah ini merupakan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) salah satunya melalui kegiatan skrining di lingkungan berisiko tinggi seperti rumah tahanan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan skrining gejala terhadap 342 penghuni rutan, yang dilakukan 1–2 hari sebelum pemeriksaan X-Ray. Dari hasilnya tidak ditemukan terduga baru, namun tercatat ada tiga napi dengan riwayat pengobatan Tuberkulosis.

Selanjutnya, pada tahap skrining X-Ray hari pertama, tercatat 163 napi diperiksa dan ditemukan 8 orang terduga Tuberkulosis. Proses pendampingan dilakukan oleh satu petugas dari Dinas Kesehatan di hari pertama, serta dua petugas dari Puskesmas Kamoning (PP TBC dan dokter) selama dua hari pelaksanaan.

Langkah yang Direkomendasikan

– Pengambilan sampel dahak napi terduga untuk pemeriksaan laboratorium di TCM Puskesmas Banyuanyar.

– Pencatatan seluruh data hasil skrining dan temuan ke dalam aplikasi SITB.

– Pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada warga binaan mengenai penyakit TBC, tata cara pengobatan, hingga terapi pencegahan (TPT).

Rutan Sampang Siapkan Ruang Isolasi Khusus Napi TBC

Potret salah satu Napi Rutan Sampang usai menjalani skrining X-Ray TBC. (Fais / Kabarterdepan.com)

Kepala Rutan Kelas IIB Sampang, Kamesworo, menegaskan bahwa pihak rutan telah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk napi dengan TBC.

“Yang kita lakukan adalah memisahkan kamar tersendiri, termasuk tempat makan dan minumnya. Obat minum setiap hari dipantau agar tidak terhenti selama enam bulan. Ruangan isolasi juga dilengkapi kamar mandi sehingga terbilang layak,” ungkap Kamesworo.

Lebih lanjut, kamesworo menyebutkan bahwa dari delapan napi terduga, satu orang telah terkonfirmasi positif TBC, sementara tujuh lainnya masih menunggu hasil laboratorium.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang, dr. Lusi, menegaskan bahwa kegiatan skrining Tuberkulosis di lapas dan rutan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam pengendalian Tuberkulosis.

“Kami berharap deteksi dini melalui skrining ini bisa menekan angka penularan TBC di lingkungan berisiko tinggi. Semua temuan akan segera ditindaklanjuti sesuai standar pelayanan kesehatan, karena hak atas kesehatan adalah hak seluruh masyarakat, termasuk warga binaan,” tegas dr. Lusi saat diwawancarai melalui Whatsapp (22/9/2025).

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pengendalian Tuberkulosis di Kabupaten Sampang, khususnya di lingkungan berisiko tinggi seperti rutan dan lapas, serta memastikan hak kesehatan warga binaan tetap terjamin. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page