Target PAD 90% Kota Bekasi Dikritik: Apakah Hanya Asbun?

Avatar of Redaksi

 

Screenshot 20250917 122319
Kantor Bapenda Kota Bekasi. (Yanso/kabarterdepan.com)

Bekasi, Kabarterdepan.com- Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi yang menembus 90% pada akhir 2025, seperti yang digaungkan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, M. Solikhin, menuai kritik tajam dari aktivis mahasiswa dan pengurus cabang PMII Kota Bekasi, Dicky Armanda.

Dicky menilai target tersebut sebagai ucapan asal bunyi (asbun) yang tidak realistis, mengingat realisasi PAD hingga saat ini baru mencapai 61%. Ia menilai hal ini menjadi ironi di tengah kondisi perekonomian Kota Bekasi yang sedang lesu.

“Kenapa kepala Bapenda tidak meneruskan target awal PAD yang sudah jadi ketetapan final? Itu untuk pemenuhan kebutuhan hajat masyarakat Kota Bekasi sehingga tidak akan terjadi kebijakan diskresi,” ujar Dicky.

Dicky juga meragukan pencapaian target tersebut dari sisi matematis, menghitung 30% dari target PAD sebesar Rp 1 triliun sebagai pekerjaan rumah yang sangat besar. Ia menekankan pentingnya melakukan upaya konkret dan optimalisasi potensi yang ada, bukan membuat potensi baru.

“Jadi, lakukan upaya konkret, bukan opini yang akan menjadi jargon Asal Bapak Senang (ABS). Optimalkan potensi yang ada, bukan membuat potensi baru. Gandeng Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memperkuat pembayaran piutang di tahun 2024. Ini demi marwah masyarakat Kota Bekasi, bukan ambisi pribadi,” pungkas Dicky.

Belum ada tanggapan resmi dari Kepala Bapenda Kota Bekasi, M. Solikhin, mengenai kritik yang dilayangkan tersebut. (Yanso)

Responsive Images

You cannot copy content of this page