
Bekasi, kabarterdepan.com– Perumda Tirta Patriot melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pegawai guna meminimalisir Non-Revenue Water (NRW) atau kebocoran air yang masih sangat tinggi, bahkan salah satu unit pelayanan, kebocorannya bisa mencapai 70 persen
Dalam Bimtek tersebut turut hadir narasumber utama, yaitu Direktur PT Bhakti Air Indonesia, Awalludin Setya Aji, yang dikenal sebagai pakar dalam pengelolaan NRW dan strategi efisiensi distribusi air.
Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Fariyadi, mengungkapkan bahwa penanganan kebocoran menjadi prioritas utama setelah pengambilalihan aset dari Bhagasasi.
“Setelah aset Bhagasasi masuk ke kita, salah satu fokus kita selain mencari pelanggan baru adalah mengatasi kebocoran. Hampir seluruh SPAM yang kita terima memiliki tingkat kebocoran mencapai 50 persen. Oleh karena itu, SDM perlu disiapkan untuk mengendalikan masalah ini,” kata Ali, yang akrab disapa Bung Aweng, Senin (15/9/25).
Ali mencontohkan bahwa di SPAM Rawatembaga, kebocoran bahkan tercatat lebih dari 70 persen. Kondisi ini dinilai sangat merugikan, baik bagi perusahaan maupun masyarakat.
“Maka dari itu, kita bekerja sama dengan (tautan tidak tersedia) untuk mengatasi kebocoran mulai dari hulu sampai hilir,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Teknik Tirta Patriot, Tjetjep Achmadi, menekankan pentingnya bimtek tersebut sebagai tindak lanjut dari pemisahan aset antara Bhagasasi dan Tirta Patriot.
“Awalnya, pemisahan aset ini menimbulkan pekerjaan serius, salah satunya adalah pembocoran SPAM. Insyaallah dengan bimtek ini, teman-teman bisa lebih paham dan ke depan dapat meminimalisir potensi kebocoran,” jelas Tjetjep.
Dengan adanya bimtek ini, diharapkan para peserta dapat menyerap ilmu dengan baik dan menerapkannya di Perumda Tirta Patriot untuk mengembangkan usaha. (Yanso)
