Koperasi Jadi Penopang Ekonomi, Ning Ita Dorong Profesionalisme Lewat Pelatihan SKKNI

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 09 11 at 21.54.09 189c26f7
Potret pelatihan SKNNI di PLUT Maja Citra Kinarya. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Keterbatasan lahan dan aksesibilitas yang dimiliki Kota Mojokerto ternyata justru membuat koperasi menjadi pilar penting bagi roda ekonomi lokal.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau akrab dipanggil Ning Ita menegaskan bahwa koperasi adalah jawaban strategis di tengah sulitnya masuknya investasi skala besar.

“Wilayah kita kecil, 57 persen berupa permukiman. Investor besar sering tertarik, tapi selalu terkendala lahan dan akses. Karena itu koperasi harus kita dorong supaya bisa tumbuh besar, setara dengan PT maupun CV,” ujar Ning Ita di PLUT Maja Citra Kinarya, Kamis (11/9/2025).

Menurutnya, struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Mojokerto saat ini masih didominasi perdagangan dan jasa. Kondisi ini membuat penguatan koperasi menjadi kunci agar masyarakat bisa merasakan pemerataan ekonomi.

“Koperasi itu sejatinya mirip PT go public, pemiliknya banyak, yaitu para anggota,” tambahnya.

Untuk mendorong profesionalisme, Pemkot Mojokerto secara konsisten menggelar pelatihan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) setiap tahun. Program ini diharapkan melahirkan pengurus koperasi yang berkompeten dan siap bersaing dengan badan usaha lainnya.

Ning Ita menekankan bahwa pelatihan hanyalah pintu awal.

“Setelah ikut pelatihan, Anda semua harus wajib ikut uji kompetensi. Kalau sudah punya sertifikat, barulah koperasi layak mengantongi izin usaha,” pesannya.

Ia pun memberi perhatian khusus pada koperasi masyarakat akar rumput. Jika selama ini koperasi karyawan tumbuh lebih pesat berkat dukungan modal, Ning Ita ingin koperasi komunitas juga berani naik kelas.

“Fokus saya koperasi di level grass root. Saya ingin koperasi rakyat punya omzet besar, agar kekuatan ekonomi merata dimiliki masyarakat,” tegasnya.

Ning Ita berharap koperasi Mojokerto tidak hanya sekadar bertahan, melainkan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang nyata dan berkelanjutan. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page