Rusia Berhasil Ciptakan Vaksin Kanker Enteromix, Harapan Baru bagi Dunia Medis?

Avatar of Lintang
Rusia berhasil mengembangkan vaksin kanker Enteromix berbasis mRNA. (X)
Rusia berhasil mengembangkan vaksin kanker Enteromix berbasis mRNA. (X)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – Rusia kembali menggemparkan dunia melalui terobosannya di bidang medis. Para ilmuwan Rusia mengklaim telah berhasil menciptakan vaksin kanker Enteromix yang tidak hanya aman, tetapi juga sangat efektif dalam melawan tumor.

Inovasi ini disebut-sebut sebagai terobosan besar yang berpotensi mengubah lanskap pengobatan kanker global.

Vaksin tersebut dikembangkan oleh tim ahli dari Federal Medical and Biological Agency (FMBA) Rusia dan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji praklinis.

Hasil Signifikan dalam Uji Praklinis

Kepala FMBD, Veronica Skvortsova, mengatakan vaksin berbasis mRNA tersebut telah berhasil melewati uji praklinis, menunjukkan keamanan dan efektivitasnya yang tinggi.

“Vaksin ini menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengecilkan tumor dan memperlambat pertumbuhannya, serta terbukti aman untuk digunakan berulang kali. Vaksin ini akan disesuaikan untuk setiap pasien, disesuaikan dengan RNA masing-masing,” kata Skvortsova, dikutip dari Times of India pada Rabu (10/9/2025)

Ia menambahkan bahwa bentuk pertama vaksin ini akan digunakan untuk mengobati kanker kolorektal, sementara versi lainnya sedang dikembangkan untuk glioblastoma—kanker otak—dan jenis melanoma tertentu, kanker kulit.

Menurut laporan di MedPath, Enteromix menggunakan empat virus yang tidak berbahaya untuk menyerang dan menghancurkan tumor kanker, sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit tersebut.

Setelah melalui beberapa tahun pengujian, terbukti efektif dalam memperlambat dan dalam beberapa kasus, menghancurkan kanker sepenuhnya.

Para ilmuwan juga sedang mengembangkan versi untuk glioblastoma, tumor otak yang sangat agresif, dan beberapa jenis melanoma tertentu, termasuk melanoma okular, yang semuanya berada pada tahap studi lanjut. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page