Libur Maulid Nabi, Okupansi Hotel di DIY Meningkat hingga 50 Persen

Avatar of Redaksi
IMG 20250908 WA0025
Hotel tentrem Yogyakarta dengan latar belakang Gunung Merapi. (Intagram/hotel.tentrem.yogyakarta)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyampaikan terjadi kenaikan okupansi hotel selama libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hal itu didukung Kondusifitas Yogyakarta yang sempat menjadi sorotan nasional akibat aksi demonstrasi yang berujung pada tindakan perusakan sejumlah fasilitas umum dan anarkisme.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menyampaikan bahwa jumlah okupansi reservasi hotel di DIY rata-rata mencapai 50 persen.

“Alhamdulillah okupansi rata-rata se DIY bisa 50 persen periode 3 sampai 5 September 2025,” kata Deddy, Minggu (7/9/2025).

Ia menyampaikan bahwa puncak okupasi terjadi pada 5 September. Kenaikan terasa bagi hotel-hotel di Yogyakarta bagian Perkotaan berdekatan dengan pusat wisata seperti Malioboro yang disebutnya rata-rata mencapai angka 60-70 persen. Deddy berharap, kondusifitas DIY tetap terjaga.

“Kami berharap jika masyarakat yang melakukan demo bisa dilakukan dengan mengedepankan budaya, khususnya di DIY. Kami berharap tidak ada anarkisme,” katanya.

“Karena pariwisata sangat rentan dengan stabilitas dan keamanan,” katanya.

DIY disebutnya menjadi barometer dari berbagai aspek secara nasional. Dengan kondusifitas yang terjaga di DIY, maka daerah lainya disebutnya akan merasa aman.

Sementara itu, Pengamat Pariwisata Ike Janita Dewi menyampaikan bahwa demonstrasi yang dilakukan pada beberapa waktu lalu tidak berdampak pada wisatawan nusantara.

Kendati begitu, kondisi tersebut akan berpengaruh kepada wisatawan mancanegara.

“Untuk wisnus, karena warga Indonesia sendiri, jadi well informed bahwa keadaan sudah sangat terkendali,” katanya.

“Tapi wisman akan bisa masih khawatir dan menunda/membatalkan perjalanan ke DIY,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah negara mengeluarkan travel warning untuk tujuan ke Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, beberapa negara mengeluarkan Travel Warning untuk kunjungan ke Indonesia.

Ia sepakat dengan yang disampaikan Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD terkait Yogyakarta sebagai barometer kondusifitas nasional.

“Saya setuju jika ini untuk pasar Wisatawan nusantara. Semua paham bahwa Sri Sultan HB X Masih sangat dihormati dan karenanya keadaan bisa dikendalikan dengan baik,” katanya.

“Tapi pasar Internasional mungkin tidak faham penuh tentang hal ini,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page