
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Sejumlah mural berisi kritikan di Yogyakarta dihapus oleh orang tidak dikenal.
Mural karya seniman street art Jogjakarta tersebut dibuat sejak 1 September 2025. Namun kini mural-mural itu dihapus.
“Sebenarnya kami melakukan aksi di hari Minggu, karena situasi tidak memungkinkan, kami batalkan,” kata salah satu seniman Kinky20, Rabu (3/9/2025).
Sejumlah mural dengan tulisan Reset System, Menggila (s), dan Awas Intel yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Pojok Beteng (Jokteng) Wetan dan Jembatan Kewek.
Mural tersebut merupakan kritik terhadap institusi negara yang dianggap gagal dalam melindungi rakyatnya.
Seperti kasus dilindasnya seorang driver ojok online Affan Kurniawan (21) dan kematian mahasiswa Amikom Yogyakarta Rheza Sendy Pratama (21) yang mendapatkan tindakan kekerasan dari polisi saat terlibat demonstrasi di Mapolda DIY.
Seniman tersebut menyampaikan bahwa sempat ada beberapa orang tidak dikenal datang dan melakukan intimidatif.
Pihak yang diduga dari kepolisian tersebut meminta agar para seniman melukis yang baik dan indah.
Pihaknya juga sempat berdialog dengan sejumlah orang tersebut. Namun tak lama kemudian sebagian mural itu sudah dihapus dengan cara dicat ulang oleh orang tak dikenal
Penghapusan mural tersebut bagi para seniman merupakan bentuk pembungkaman.
“Musuh kami ini sekarang orang DPR yang mengatakan tolol, dan joget-joget, mungkin ini akumulasi teoritis laku banyak korupsi gajinya selangit, fantastis tapi kerjanya tidak fantastis,” katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Gandung Harjunadi menyampaikan pihaknya tidak menerima laporan adanya penghapusan mural.
Iptu Gadung menambahkan, pihaknya dalam beberapa waktu terakhir fokus pada pengamanan potensi unjuk rasa.
“Petugas fokus patroli gabungan dan pengamanan obyek vital bersama instansi samping untuk menjaga situasi kondusif kota Yogyakarta,” pungkasnya. (Hadid Husaini)
