
Nasional, Kabarterdepan.com — Pimpinan DPR RI bersama para ketua umum partai politik sepakat untuk mencopot sejumlah anggota dewan yang dinilai menimbulkan kegaduhan publik per 1 September 2025.
Keputusan ini diambil setelah meningkatnya kritik masyarakat terhadap sikap dan pernyataan sejumlah anggota DPR yang dianggap tidak simpatik, terutama di tengah situasi demonstrasi besar di Jakarta.
Lima anggota DPR yang dinonaktifkan antara lain Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi Partai Nasdem, Uya Kuya dan Eko Patrio dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), serta Adies Kadir dari Fraksi Partai Golkar.
Langkah pencopotan ini dilakukan setelah kelima nama tersebut menjadi sorotan publik dan bahkan sempat menjadi sasaran kemarahan massa.
1. Eko Patrio
Sekjen PAN, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, menjadi sorotan setelah memparodikan aksi joget anggota parlemen dalam sidang tahunan MPR-DPR. Aksinya yang muncul setelah pengumuman kenaikan tunjangan dianggap menantang publik yang sebelumnya mengkritik.
Dalam permintaan maaf yang disampaikan lewat akun Instagram pribadinya @ekopatriosuper, Eko Patrio didampingi Pasha Ungu yang juga sesama anggota dewan menegaskan penyesalannya.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul, akibat perbuatan yang saya lakukan,” ujarnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa dirinya mendengar aspirasi masyarakat dan memahami kekecewaan yang ada.
“Saya menyadari sepenuhnya, bahwa situasi ini membawa luka bagi bangsa, terlebih bagi keluarga korban yang kehilangan orang tercinta maupun yang harus menanggung penderitaan akibat benturan yang terjadi,” katanya.
Eko Patrio juga berjanji akan lebih berhati-hati.
“Tentunya ke depan saya akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan juga menyampaikan pendapat. Saya berkomitmen untuk sungguh-sungguh menjalankan peran saya sebagai wakil rakyat dengan ketulusan, keberanian, dan tetap menjaga sumpah yang telah saya ikrarkan,” tegasnya.
2. Uya Kuya
Sama halnya dengan Eko Patrio, Surya Utama atau Uya Kuya juga menuai kecaman usai tertangkap kamera berjoget di sidang tahunan MPR-DPR. Ia bahkan sempat berkomentar bahwa sikapnya itu wajar karena dirinya seorang artis.
“Lah, kita artis. Kita DPR kan kita artis,” ucapnya, yang semakin menyulut kemarahan publik.
Setelah gelombang kritik semakin deras, Uya Kuya akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan video di akun Instagramnya @king_uyakuya.
“Kami memahami bahwa apa yang terjadi ini mengakibatkan luka yang mendalam bagi rakyat Indonesia, terutama korban yang harus gugur dan terluka akibat bentrokan-bentrokan yang terjadi. Tidak ada sedikitpun niat dari kami untuk membuat suasana ini menjadi gaduh,” ujarnya.
Ia lalu berjanji untuk memperbaiki sikapnya sebagai wakil rakyat.
“Janji saya dari hati saya yang paling dalam, saya akan lebih berhati-hati lagi dalam bersikap, bertindak, bersungguh-sungguh untuk mewakili rakyat Indonesia sebagai anggota DPR RI. Beri saya kesempatan sekali lagi untuk berbuat lebih baik lagi, lebih maksimal lagi dibanding apa yang sudah saya lakukan selama ini,” tambahnya.
3. Nafa Urbach
Nafa Urbach, anggota DPR dari Fraksi Nasdem, juga digeruduk publik setelah pernyataannya terkait tunjangan rumah sebesar Rp50 juta. Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut bukan kenaikan melainkan kompensasi rumah jabatan.
“Itu bukan kenaikan, itu tuh kompensasi untuk rumah jabatan, yang sekarang ini sudah tidak ada, jadi rumah jabatan itu sudah dikembalikan ke pemerintah,” jelasnya.
Nafa juga sempat mengeluhkan macetnya perjalanan dari rumahnya di Bintaro menuju Gedung DPR Senayan, yang semakin memicu kritik publik.
Akhirnya, ia menyampaikan permintaan maaf dalam unggahan video.
“Saya Nafa Indria Urbach, meminta maaf yang sebesar-besarnya, atas setiap perkataan yang keluar dari mulut saya yang menyakiti hati masyarakat Indonesia. Kiranya ada pintu maaf yang besar untuk saya dimaafkan,” ujarnya. (Riris)
