Forkopimda dan Ojol se-Kota Mojokerto Gelar Istighosah Kedamaian Bangsa

Avatar of Redaksi
IMG 20250901 WA0010 11zon
Potret jajaran Forkopimda Kota Mojokerto saat foto bersama ojol se-Kota Mojokerto. (Izhah / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com — Suasana khidmat menyelimuti Rumah Rakyat Kota Mojokerto pada Senin (1/9/2025) saat digelar acara Istighosah Kedamaian Bangsa.

Kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh agama, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto, dan driver ojek online se-Kota Mojokerto yang datang untuk bersama-sama berdoa demi persatuan dan keselamatan bangsa.

Dalam istighosah tersebut, Gus Khamid memimpin doa bersama dengan harapan Indonesia selalu diberikan kedamaian, terhindar dari perpecahan, serta diberi kekuatan menghadapi tantangan di masa depan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, turut hadir dan menyampaikan bahwa doa bersama ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat.

Ning Ita dan jajaran Forkopimda menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah driver ojek online yang meninggal saat demo di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Hari ini saya mengajak saudara-saudara ojek online semuanya bersilaturahmi disini adalah yang pertama tentu kita mendo’akan saudara Affan Kurniawan semoga arwah beliau di terima oleh Allah,” ujarnya Ning Ita.

Selain doa bersama untuk bangsa, Ning Ita juga mengatakan pentingnya menjaga wilayah bersama, seiring dengan ada peristiwa yang chaos di beberapa daerah belakangan ini.

“Kamu dari jajaran Forkopimda bersama dengan delapan partai politik yang ada di Kota Mojokerto, beberapa organisasi kemasyarakatan pemuda, juga para tokoh agama di Kota Mojokerto telah menyatakan sikap bahwa kamu semua menolak dengan keras segala bentuk penyampaian aspirasi yang diiringi dengan anarkisme,” tambahnya.

Ning Ita mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap menjaga wilayah Kota Mojokerto agar tetap kondusif, aman dan nyaman.

Forkopimda Kota Mojokerto menyatakan dengan keras menolak aksi anarkisme yang merusak fasilitas umum dan juga penjarahan.

“Karena anarkisme tidak akan pernah ada yang diuntungkan kecuali sang provokator. Semua pasti dirugikan kalau ada bentuk anarkisme. Fasilitas umum di rusak itu juga merugikan kita, karena manfaatnya bagi kita akan hilang,” ujarnya.

Dengan digelarnya Istighosah Kedamaian Bangsa menunjukkan komitmennya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kedamaian demi Indonesia yang lebih baik.

“Kejadian-kejadian yang berdarah dan membara di beberapa daerah di Republik Indonesia ini jangan lah berkepanjangan, cukup sampai disini. Kedepan kita doakan negara kita jadi negara yang damai dan menjadi negara yang tentram senantiasa,” tegas Ning Ita.

Usai istighosah, acara dilanjutkan dengan pembagian sembako dan sarapan soto bersama. (Izhah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page