
Sampang, kabarterdepan.com – Aksi blokade yang dilakukan massa Cipayung Plus di perempatan Jaksa Agung Suprapto Sampang, Minggu (31/8/2025), sempat membuat arus lalu lintas lumpuh total selama 20 menit.
Jalan utama yang menjadi urat nadi transportasi kota benar-benar terhenti akibat massa memenuhi badan jalan.
Situasi mulai memanas ketika pihak kepolisian berupaya membuka akses jalan. Seorang anggota Polres Sampang terlihat mendorong kerumunan massa agar memberi ruang bagi kendaraan. Namun, aksi itu justru memicu dorong-dorongan antara aparat dan pengunjuk rasa.
Menurut keterangan koordinator lapangan (korlap) aksi, insiden tersebut menyebabkan salah seorang peserta demo mengalami luka ringan.
“Teman kami kena sikut di pipinya saat dorong-dorongan. Ada juga yang sempat dibawa ke pos lantas, karena tadi ada provokator yang ditangkap,” ujarnya.
Pantauan kabarterdepan.com di lokasi, memang sempat terjadi kekisruhan ketika seorang pria berbadan gemuk mengenakan kaos kuning menyusup ke kerumunan massa. Pria tersebut diduga sebagai provokator dan langsung diamankan petugas ke dalam pos lantas.
Saat proses pengamanan, terlihat ada seseorang entah warga atau anggota berseragam bebas menendang pria berkaos kuning tersebut, membuat suasana semakin panas.
Kapolres Sampang, AKBP Hartono, menegaskan bahwa tindakan anggotanya masih dalam koridor aturan pengamanan aksi unjuk rasa.
“Dorong-mendorong itu sudah biasa terjadi saat demo. Kami sudah beri kesempatan adik-adik untuk berorasi, tapi karena menutup akses utama dan cukup lama, maka kami ambil langkah membuka jalan. Semua sudah sesuai prosedur dan mempertimbangkan banyak aspek,” tegasnya.
Terkait provokator, Kapolres memastikan pihaknya sudah melakukan tindakan tegas.
“Untuk provokator jelas kami amankan. Sedangkan adik-adik yang sempat ikut terbawa ke pos lantas sudah kami lepaskan, karena tidak terbukti sebagai provokator,” tambahnya.
Setelah ketegangan mereda, massa Cipayung Plus akhirnya memilih membubarkan diri. Mereka kemudian beranjak kembali menuju titik kumpul awal di GOR Sampang untuk menutup rangkaian aksi demonstrasi. (Fais)
