Viral Macan Tutul Masuk ke Gedung Bekas Balai Desa di Kuningan Gegerkan Warga

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 08 28 at 15.44.25 41773696
Potret evakuasi macan tutul yang masuk ke gedung bekas Balai Desa Kuningan. (TikTok @kingsulaiman76)

Kuningan, Kabarterdepan.com – Viral di media sosial, Warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, digegerkan dengan kemunculan seekor macan tutul yang masuk ke gedung bekas Balai Desa, Selasa (26/8/2025).

Dalam video yang beredar, terlihat macan tutul tersebut berhasil dievakuasi oleh warga bersama tim gabungan dari BPBD, Kepolisian, dan TNI, dengan bantuan alat khusus dari BKSDA Jawa Barat dengan cara dibius.

Berdasarkan informasi, macan tutul pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja bangunan yang tengah mengambil perkakas di gedung bekas Balai Desa.

Melihat keberadaan satwa buas itu, sang pekerja panik dan macan tutul lantas masuk lebih dalam ke ruangan dan bersembunyi di bawah tumpukan kursi sebelum akhirnya dievakuasi.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan bahwa macan tutul jantan berusia sekitar 3 tahun itu akan dibawa ke lembaga konservasi mitra BKSDA di Bandung untuk dipulihkan kesehatannya sebelum dilepasliarkan kembali.

“Rencananya akan dibawa ke lembaga konservasi mitra BKSDA di Bandung untuk pemulihan. Sekitar satu bulan kemudian, satwa ini akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” ujar Dian, dikutip dari laman resmi Pemkab Kuningan.

Dian menambahkan, dalam beberapa pekan terakhir, warga Kuningan sempat diresahkan dengan kematian ternak domba di Kecamatan Hantara yang diduga diserang macan tutul.

“Dari laporan sementara, total ada sekitar 106 ekor kambing dan domba yang menjadi korban,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan agar rantai makanan satwa tidak terganggu. Pemkab Kuningan juga berencana menggelar focus group discussion (FGD) bersama pemerhati lingkungan untuk merumuskan langkah strategis ke depan.

Sementara itu, BKSDA Jawa Barat menduga macan tutul tersebut berasal dari kawasan Bukit Barisan dan tersesat hingga ke pemukiman warga karena kesulitan mencari makanan. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page