Film Ikonik Studio Ghibli, Princess Mononoke Tayang Kembali di Bioskop Indonesia

Avatar of Lintang
Film Princess Mononoke
Film Princess Mononoke. (Cinepolis)

Hiburan, Kabarterdepan.com – Karya agung dari Studio Ghibli kembali menyapa para penggemarnya di Indonesia. Princess Mononoke, film fantasi sejarah animasi Jepang tahun 1997 yang ditulis dan disutradarai oleh maestro Hayao Miyazaki, kini kembali tayang di bioskop-bioskop Indonesia, menawarkan pengalaman sinematik yang tak lekang oleh waktu.

Film ini berlatar periode Muromachi dalam sejarah Jepang, sebuah era yang penuh dengan gejolak dan perubahan. Princess Mononoke mengisahkan perjalanan seorang pangeran muda bernama Ashitaka, yang berasal dari suku Emishi. Ia memulai perjalanan ke arah barat untuk mencari cara menyembuhkan lengannya yang terkena kutukan mematikan.

Dalam perjalanannya, Ashitaka tanpa sengaja terlibat dalam sebuah konflik besar antara Irontown, sebuah permukiman industri yang dipimpin oleh Lady Eboshi, dan hutan para dewa.

Konflik ini semakin rumit dengan adanya perseteruan sengit antara Lady Eboshi dan seorang gadis manusia bernama San, yang dibesarkan oleh serigala dan dikenal sebagai Princess Mononoke.

Sinopsis Film Princess Mononoke

Diproduksi oleh Toshio Suzuki, dianimasikan oleh Studio Ghibli, dan didistribusikan oleh Toho, film ini dibintangi oleh para pengisi suara ternama seperti Yōji Matsuda, Yuriko Ishida, Yūko Tanaka, dan Akihiro Miwa. Kolaborasi para talenta ini berhasil menghidupkan setiap karakter dengan begitu kuat, menyampaikan pesan-pesan mendalam yang relevan hingga saat ini.

Cerita utamanya berfokus pada perjuangan Ashitaka yang terperosok dalam konflik. Saat berusaha mencari kesembuhan, ia justru harus menghadapi dilema berat antara dua kubu yang saling bertikai.

Di satu sisi, ada penduduk Irontown yang berupaya memajukan peradaban dengan mengorbankan alam. Di sisi lain, ada Princess Mononoke, sang pejuang yang dibesarkan oleh serigala, yang bertekad melindungi hutan dan para dewa dari kehancuran akibat keserakahan manusia.

Film ini secara apik menampilkan pertarungan sengit antara peradaban dan alam, antara kemajuan dan tradisi. Princess Mononoke tidak hanya menyajikan visual yang memukau, tetapi juga mengajak penonton merenung tentang isu lingkungan, perdamaian, dan arti dari hidup berdampingan. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page