Kericuhan Demo DPR: Massa Lempar Batu, Polisi Balas Gas Air Mata

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 08 26 at 12.53.09 26ba6fd1
Potret kericuhan massa dan aparat saat demo DPR. (TikTok @taufikstore2.id)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Senin (25/8/2025), berakhir ricuh setelah massa demonstran dan aparat keamanan terlibat saling dorong hingga pelemparan benda keras.

Demo digelar sebagai bentuk protes terhadap lembaga legislatif, dengan tuntutan utama mencakup pembubaran DPR, penghapusan fasilitas dan tunjangan anggota DPR, dan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset. Isu kenaikan tunjangan perumahan anggota DPR turut menjadi pemicu utama.

Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat datang sejak pagi untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait sejumlah kebijakan pemerintah dan DPR yang dinilai tidak pro-rakyat.

Awalnya aksi berlangsung damai dengan orasi dan bentangan spanduk, namun suasana mulai memanas ketika perwakilan massa tidak diperbolehkan masuk untuk berdialog langsung dengan anggota DPR.

Sekitar pukul 13.00 WIB, massa mencoba merangsek ke pagar utama DPR. Aparat kepolisian yang berjaga berlapis-lapis langsung membentuk barikade. Kericuhan pecah setelah terjadi saling dorong antara demonstran dan polisi.

Beberapa massa terlihat melempar botol plastik, batu, dan kayu ke arah aparat. Polisi membalas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Akibat bentrokan tersebut, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka, baik dari pihak demonstran maupun aparat keamanan. Beberapa mobil dinas dan fasilitas umum di sekitar DPR juga mengalami kerusakan.

Salah satu pendemo melakukan live di TikTok menunjukkan dirinya terluka dan mengeluarkan banyak darah.

“Wakil rakyat biar lu tau semua, biar lu lihat semua. Gua gak ada niat apa-apa. Woi medis, mana medis?” via live TikTok @glang_rmdan.

Salah satu jurnalis Antara juga mengalami pemukulan. Diduga pemukulan tersebut terjadi karena dirinya memotret salah satu oknum yang tengah menganiaya massa.

Hingga sore hari, situasi di sekitar kompleks DPR masih dijaga ketat. Lalu lintas di kawasan Senayan pun sempat dialihkan untuk mengantisipasi massa yang masih bertahan.

Sementara itu, perwakilan demonstran menegaskan aksi mereka murni untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Mereka menilai penggunaan gas air mata berlebihan dan meminta aparat menghentikan tindakan represif.

Demo berlangsung hingga malam hari dan para demonstran tetap bersikeras masuk ke gedung DPR.

Pemerintah dan DPR diminta segera membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk meredam ketegangan agar aksi serupa tidak kembali berujung ricuh. (Izhah)

Responsive Images

You cannot copy content of this page