Petani di Sleman Protes Rencana Penutupan Selokan Van Der Wijck, Berpotensi Ganggu Pertanian

Avatar of Redaksi
IMG 20250826 WA0025
Ketua DPRD DIY Nuryadi saat menjumpai sejumlah petani asal Sleman atas rencana pentupuan Selokan Mataram dan Van Der Wijck, Senin (25/8/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Sejumlah petani yang tergabung dalam Aliansi Peduli Petani Sleman memprotes rencana penutupan Selokan Van der Wijck dan selokan Mataram pada Oktober mendatang oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Sekretaris Aliansi Peduli Petani Sleman Herman JP Muryanto menyampaikan pihaknya mempersilahkan jika kedua selokan tersebut dilakukan perbaikan dalam rangka rehabilitasi, namun tanpa harus menghentikan aliran air.

“Intinya air mengalir, petani bisa beraktivitas dan bereproduksi. Karena hidup matinya pertanian tergantung pada air,” katanya saat diwawancarai wartawan pada Senin (25/8/2025).

Herman ingin DPRD DIY bisa memediasi dengan BBWSSO agar air bisa tetap mengalir. Ia menyampaikan bahwa penutupan Selokan Van Der Wijck dan Mataram sangat mengganggu produksi pertanian.

Menurut Herman, selokan tersebut bisa direhabilitasi tanpa harus dilakukan penutupan. Sebab pada tahun 2024, kondisi yang sama sudah pernah dilakukan.

“Kami percaya bisa (direhabilitasi) asal benar optimal kerjanya, tahun kemarin mereka tutup sebulan, 2 minggu pertama investigasi, minggu baru ketiga baru dibenahi,” kata Herman.

Ia menyebut akibat penutupan tersebut dampak yang dirasakan oleh para petani hingga 1 musim.

Ketua DPRD DIY Nuryadi menyampaikan bahwa BBWSSO tidak perlu mematikan saluran air untuk melakukan rehabilitasi.

“Kalau ada pengerjaan pun disepakati aja, kalau tidak fatal atau besar tidak perlu dimatikan tapi lewat rembukan,” jelasnya.

Nurhadi mendorong agar dilakukan kesepakatan antara petani dan BBWSSO sebelum dilakukan perbaikan infrastruktur perairan.

Sementara itu, Fungsional BBWSSO Hanugerah Purwadi menyampaikan rehabilitasi dilakukan untuk menjamin mengalirnya air ke petani, terlebih bangunan Selokan Van der Wijck dan Mataram merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki usia yang cukup tua.

“Itu secara teknis harus dihentikan, karena Selokan Mataram itu heritage kan, itu kan sudah ratusan tahun, sehingga perlu perhatian ekstra,” jelasnya. Ia mengajak petani untuk menyepakati waktu perbaikan yang disebutnya sudah mendesak. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page