
Yogyakarta, kabarterdepan.com- Polisi menjelaskan pemicu kerusuhan antara suporter PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung di Terminal Ngabean pada Minggu (25/8/2025).
Kasih Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi menyampaikan bahwa kerusuhan tersebut dipicu oleh bus suporter Persib Bandung yang menyerempet pendukung PSIM Yogyakarta. Kericuhan sempat membuat supporter tersebut harus dirawat di rumah sakit.
Iptu Gandung menyampaikan bahwa permasalahan tersebut sebelumnya telah diselesaikan antar pihak. Korban diantarkan ke rumah sakit dan diberikan uang ganti rugi.
“Sudah ada kesepakatan damai dengan ganti rugi Rp2,5 juta,” katanya.
Informasi terkait adanya tabrakan tersebut menyebar di media sosial hingga terjadi bentrokan suporter PSIM dengan bobotoh.
“Reaksi yang di Pingit itu merembet hingga kejadian di Terminal Ngabean,” katanya.
Sejumlah suporter yang sudah terlanjur datang memutuskan untuk berwisata di Yogyakarta, namun tidak mengetahui jika akan terjadi kerusuhan.
“Mereka yang wisata nggak tahu kalau ada kejadian seperti itu,” katanya.
Gandung menjelaskan terkait beberapa kejadian pengejaran suporter juga sempat terjadi di Stasiun Lempuyangan dan kerusuhan di Jalan Malioboro yang membuat kondisi antar suporter memanas.
Akibat kerusuhan antar suporter tersebut, 2 kendaraan tersebut terdiri dari 1 bus dan 1 mobil elf merk Hiace yang ditumpangi oleh sejumlah suporter Persib Bandung rusak parah usai dirusak.
“Yang agak parah bus sama Elep Hiace, kaca sama body. Itu jelas dari Bandung, kebanyakan sudah booking hotel di sekitar Yogyakarta, mereka ingin nonton sekalian wisata,” katanya.
Polisi juga melakukan pengamanan kepada sejumlah suporter yang ada di lokasi kejadian. Mereka dibawa ke Polresta Yogyakarta dan Mako Brimob Polda DIY.
“Yang suporter dari Bandung sudah kembali. Kalau yang kecelakaan sudah clear, karena sudah damai, sudah dibawa ke rumah sakit dan diberikan uang ganti rugi,” katanya.
Polisi disebutnya belum menghitung jumlah kerugian akibat kerusuhan antar suporter di Terminal Ngabean.
“Kalau kerusakan travel dan busnya kita belum menaksir berapa jumlahnya, yang jelas kerusakan kaca semua pecah dan ban kempes,” jelasnya.
Sementara itu Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyampaikan pihaknya memastikan saat ini Yogyakarta dalam suasana kondusif pasca kejadian bentrokan antar suporter.
“Untuk korban luka-luka sudah mendapatkan perawatan dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing melalui pengawalan kepolisian,” katanya.
Terkait adanya informasi adanya suporter meninggal di media sosial, ia menyampaikan bahwa hal tersebut adalah hoax.
Ia menjaga agar masyarakat bisa menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Hadid Husaini)
