Kick Off Normalisasi Tiga Sungai Besar, Wali Kota Yogyakarta Sampaikan Sejumlah Harapan Kepada BBWS Serayu Opak

Avatar of Redaksi
IMG 20250825 WA0011
Sejumlah relawan membersihkan sampah di Sungai Code sebelim dilakukan pengerukan Sedimen oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Minggu (24/8/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi kerjasama yang baik dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Terbaru, program pembersihan tiga sungai besar telah dimulai dengan titik awal dari sungai Code pada Minggu (24/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut sejumlah set alat berat untuk pengerukan sedimen yang menumpuk. Hasto menyampaikan bahwa normalisasi sungai menjadi keinginan dari Gubernur DIY tahun 2014.

“Cita-cita Pak Gubernur Ingin membersihkan sungai dan sempat tertunda lama. Alhamdulillah kita bisa kick-off menurunkan alat berat,” kata Hasto dalam sambutannya pada Minggu (24/8/2025).

Ia menyampaikan bahwa pengkondisian sungai merupakan kewenangan dari BBWSSO. Sehingga program normalisasi sungai menurutnya harus didukung penuh.

Ia menyampaikan untuk pembersihan 3 sungai besar akan dilakukan dalam jangka waktu 1 bulan.

“Nanti lihat sampai akhir September. Kita tugasnya menyediakan akses truk, dan mengambil material dan dibawa ke area disposal (buangan material),” katanya.

“Untuk restorasi sungai, kami matur nuwun sanget. Semoga pembangunan bisa continuing, bersama-sama kepala kepala Bappeda sekaligus kepala DLH kita mendampingi dengan baik,” jelasnya.

Hasto berharap program restorasi sungai bisa terus dilakukan 4 kali dalam setahun. Dirinya juga menunjukkan sejumlah titik yang menurutnya krusial untuk dibersihkan.

Seperti di kali Code area Kotabaru atau di Bawah Masjid Agung Syuhada yang berseberangan dengan kampung dimana sempat tinggal Romo Mangun atau Mangunwijaya, seorang arsitek dan budayawan yang cukup terkenal.

“Itu nanti bisa dipakai sebagai outlet masyarakat untuk berwisata,” kata Hasto.

Hasto juga meminta izin kepada BBWSSO agar dibuatkan titik cekungan agar air yang mengalir dari hulu bisa tertahan lebih lama.

“Apakah dibikin cekungan air supaya tertahan. Siapa tahu ada perahu kecil untuk wisata. Harapan kami seperti itu harus ada retensinya, supaya bisa meresap di kota, tidak langsung ke laut,” ujar Hasto.

Kepala Bidang Operasi dan pemeliharaan BBWSSO Vicky Ariyanti menyampaikan pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah pihak elemen untuk melakukan restorasi sungai.

Ia menilai bahwa sungai merupakan aset yang penting bagi masyarakat Yogyakarta yang bisa memberikan kehidupan bagi masyarakat yang ada di sekelilingnya.

“Melalui kolaborasi yang baik ini, kami bersama masyarakat sekitar berupaya menjaga kebersihan sampah dan sedimentasi, mengembalikan fungsi sungai sebagai jalur aliran air, menanggulangi banjir, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya bagi generasi muda,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page