
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Sebanyak 84 masyatakat di Kota Yogyakarta mendapatkan bantuan sosial oleh Balai Pelaksana (Bapel) Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (21/8/2025).
Penyaluran tersebut diberikan tediri dari 77 penyandang difabel dilakukan asesmen pemberian alat bantu gerak dan 7 orang menjalani pemeriksaan Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes Simplex Virus (TORCH) kepada ibu yang berada di usia produktif.
Sejumlah alat bantu kesehatan diberikan mulai dari kaki dah tangan palsu, kursi roda, dan alat dengar yang diberikan pada kesempatan yang berbeda.
Kepala Dunas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Yogyakarta Maryustion Tonang menyampaikan penyaluran bantuan tersebut menjadi bukti kepadulian negara kepada rakyatnya.
“Ini bagian dari kepedulian kita semuanya, kepedulian negara, kepedulian pemerintah terhadap warganya yang membutuhkan,” ujar Maryustion.
Pemberian bantuan tersebut merupakan kerja sama antara berbagai pihak mulai dari Rumah Sakit Wirosaban, dan para relawan dari Tenaga Kerjsa Sosial Kemasyarakatan (TKSK) di 14 Kemantren serta Tenaga Sosial Masyarakat (TSM) di 45 Kelurahan dalam melakukan penghimpunan data.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan berharap bantuan itu diberikan kepada masyarakat dengan dengan kondisi kesehatan umum maupun khusus.
Menurutnya kesehatan merupakan hak semua masyarakat. Bantuan kepada para penyandang disabilitas disebutnya merupakan keniscayaan.
“Keberadaan kita bersama tidak terpisahkan, kita adalah satu, kita mencoba memberikan kesempatan kepada warganya melalui fasilitas yang ada. Kita berbudaya, tapi juga menghargai keberadaan bersama,” katanya.
“Kehadiran pemerintah untuk memberikan support. Mudah-mudahan lebih banyak bantuan yang diberikan ke depannya,” katanya
Kepala Seksi pelayanan Jaminan Kesehatan Bapel Jamkesos Anisya Ulfah Hanum memyampaikan pihaknya telah menyalurkan bantuan alat kesehatan sejak 2017.
Untuk tahun ini penyaluran bantuan di dua daerah yang ada di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
“Hingga saat ini sudah ada 200 orang yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan alat bantu gerak,” katanya.
Untuk alat bantu dengar dielenggarakan secara reguler di kantor Bapel Jamkesos yang ada di Kemantren Jetis.
Para penerima bantuan merupakan rekomendasi yang diberikan melalui pendataan yang dilakukan oleh Dinas Sosial di setiap daerah.
“Kalau perseorangan bisa (mengajukan), tapi kita minta feedback dari Dinsos,” katanya. (Hadid Husaini)
