Restoran dan Kafe di Tunjungan Protes Larangan Parkir, Omzet Turun 30 Persen

Avatar of Redaksi
IMG 20250820 WA0124
Salah satu cafe di Jalan Tunjungan yang memasang stiker ‘Save Tunjungan’ dan ‘Satu Tujuan, Satu Tunjungan’. (Yan/kabarterdepan.com)

Surabaya, kabarterdepan.com- Beberapa hari ini pemandangan berbeda tampak terlihat di kawasan jalan Tunjungan Surabaya. Banyak restoran dan cafe yang ramai-ramai menempel stiker bertuliskan ‘Save Tunjungan’ dan ‘Satu Tujuan, Satu Tunjungan’.

Sebagai kawasan wisata legendaris di Kota Surabaya tentu saja pemandangan tersebut menyita perhatian banyak orang. Rupanya pemasangan stiker tersebut merupakan aksi protes para pengusaha restoran dan cafe yang berada di kawasan Jalan Tunjungan atas aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang melarang pengguna jalan memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan.

Aksi tersebut mereka lakukan karena akibat kebijakan tersebut banyak cafe atau restoran yang mengalami penurunan omset secara drastis. Salah satunya adalah Thirty Three. Perwakilan karyawan, Novendi Abdul Razak menjelaskan bahwa pemasangan stiker tersebut adalah bentuk solidaritas sesama outlet yang terdampak kebijakan larangan parkir TJU.

“Stiker yang di luar itu aksi solidaritas sesama outlet Tunjungan. Karena sejak diterapkan kebijakan parkir, itu mempengaruhi omset dan flow kafe. Penurunannya sekitar 30 persen,” ujar Novendi, Rabu (20/08/2025).

Dirinya mengakui jika kebijakan yang dibuat Pemkot Surabaya memiliki sisi positif, yang mana membuat arus lalu lintas di jalan Tunjungan menjadi lebih lancar. Tetapi di sisi lain ada dampak yang harus ditanggung, dimana terjadi penurunan pengunjung karena jarak tempat parkir yang jauh.

“Tapi minusnya omset menurun. Mungkin beberapa customer nggak mau jalan sedikit jauh ya. Biasanya kan dulu pas ada parkir di depan, tinggal parkir langsung (masuk kafe),” tambahnya.

Sementara itu ditemui di Balai Kota Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan jika pihaknya telah menyiapkan banyak kantong parkir di sekitar kawasan jalan Tunjungan untuk memudahkan pengunjung. Dengan tidak adanya parkir tepi jalan justru akan membuat restoran dan cafe terlihat lebih asri, karena tidak ada kendaraan yang menumpuk.

“Sebenernya hal ini tidak berpengaruh, kalo kendaraan parkir di tepi jalan paling muat berapa sih? Tidak banyak. Udah gitu macet lagi. Kami sudah siapkan tempat parkir yang nyaman,” tutur Eri.

Dirinya menegaskan masih banyak pengusaha yang buka dan Ia memandang kawasan jalan Tunjungan masih terbilang ramai. Dengan tidak adanya parkir tepi jalan dirinya yakin justru akan menarik lebih banyak pengunjung karena tidak harus bermacet-macetan.

“Tunjungan itukan jalannya kecil, gak ada parkir tepi jalan aja macet apalagi kalo ada. Gitu lagian kalau dikasih parkir muat berapa mobil sih?,” pungkasnya. (Husni)

Responsive Images

You cannot copy content of this page