Tubuh Dipenuhi Cacing, Balita di Sukabumi Meninggal Dunia: Orang Tua ODGJ dan Terkendala BPJS

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 08 20 at 11.24.11 054d4063
Potret Raya, balita berusia 4 tahun warga Cianaga Sukabumi yang tidak sadarkan diri karena infeksi cacing dalam tubuhnya. (Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin).

Sukabumi, Kabarterdepan.com– Viral di media sosial, kisah pilu seorang balita berusia 4 tahun bernama Raya, warga Kampung Padangeyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kebandungan, Kabupaten Sukabumi, tubuhnya dipenuhi cacing.

Raya merupakan anak pasangan Udin (32) dan Endah (38), yang diketahui mengalami gangguan jiwa. Balita malang itu diduga terpapar cacing dari bawah rumah panggung yang dijadikan kandang ayam penuh kotoran.

Raya dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, oleh Tim Pegiat Sosial Iin pada 13 Juli 2025 dengan bantuan selang pernapasan.

Menurut catatan medis, Raya tidak sadarkan diri sejak 12 Juli dengan gejala awal demam, batuk, dan pilek. Awalnya, dokter menduga infeksi paru-paru atau komplikasi TB.

Namun kondisi semakin mengejutkan setelah cacing keluar dari hidung Raya, diikuti ratusan cacing lain yang keluar dari anus dan kemaluannya saat buang air besar.

Cacing-cacing yang keluar sebagian besar masih hidup, dengan total cacing yang dikeluarkan Raya hampir satu kilogram. Hasil CT Scan juga memperlihatkan adanya cacing serta telur di bagian otaknya.

Setelah berjuang di ruang PICU selama sembilan hari, Raya akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 22 Juli 2025.

Humas RSUD R Syamsudin SH, Irfan Nugraha, menjelaskan fenomena ini kemungkinan akibat infeksi cacing gelang.

“Tipe cacingnya cacing gelang dan habitatnya di tanah. Biasanya manusia, baik anak-anak maupun orang dewasa, bisa tertular karena terinfeksi atau masuk secara tidak sengaja telur cacingnya. Telurnya ini bisa hinggap di makanan atau minuman secara tidak disadari, kemudian termakan dan masuk ke saluran cerna,” kata Irfan.

Tragisnya, proses perawatan Raya terhambat oleh biaya. Dalam unggahan akun sosial tim @rumah_teduh_sahabat_iin, disebutkan biaya medis mencapai Rp23 juta.

Tim sempat meminta bantuan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sukabumi, namun justru diarahkan berpindah dari satu instansi ke instansi lain.

“Dinkes Kabupaten tidak punya anggaran dan MOU dengan RSUD Kota, dan bahkan memberikan solusi agar Raya yang telah berhari-hari dalam keadaan koma, dipindahkan saja ke Rumah Sakit Kabupaten Jampang,” kata Tim Pegiat Sosial Iin, Kamis (14/8/2025).

Padahal, pihaknya telah menunjukkan video cacing gelang sepanjang 15 cm ditarik keluar dari hidung Raya, dengan kondisi cacing itu hidup.

“Bagaimana mungkin kami mengikuti saran dari Dinkes Kabupaten untuk memindahkan Raya ke rumah sakit yang lebih kecil di Jampang ketika kondisi Raya sedang kritis seperti ini, dan bahkan RSUD yang lebih besar di Kota Sukabumi saja kewalahan melihat kasus Raya,” lanjut Tim Pegiat Sosial Iin.

Pasalnya biaya pengobatan Raya tidak bisa tercover oleh BPJS karena orang tua dan Raya tidak memiliki administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga. Sementara, waktu yang diberikan rumah sakit hanya 3×24 jam untuk mengurus identitas dan BPJS Raya.

“Kami melihat ternyata Raya dilahirkan oleh seorang Ibu yang tidak sehat secara mental,” ujar Iin.

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, mengungkapkan jika kedua orang tua Raya merupakan ODGJ sehingga tak memiliki dokumen administrasi.

“Udin dan Endah mengalami disabilitas mental. Udin ini kalau melihat banyak orang, langsung kabur, makanya pembuatan adminduk terkendala karena orangnya kabur,” jelas Wardi, Selasa (19/8/2025).

Kisah pilu Raya menyisakan duka mendalam dan menuai keprihatinan publik. Banyak warganet berharap pemerintah lebih memperhatikan anak-anak dari keluarga rentan agar tidak terabaikan. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page