Kenali AMS, Penyakit yang Mengintai Pendaki Gunung

Avatar of Lintang
Ilustrasi mendaki gunung. (Freepik)
Ilustrasi mendaki gunung. (Freepik)

Kesehatan, Kabarterdepan.com – Mendaki gunung tak selalu soal keindahan alam dan pemandangan menakjubkan. Ada risiko kesehatan yang mengintai, salah satunya adalah Acute Mountain Sickness (AMS) atau yang sering disebut mabuk gunung. Kondisi ini wajib diwaspadai, terutama bagi para pendaki yang ingin menaklukkan puncak-puncak tinggi.

Melansir dari Healthline pada Selasa (19/8/2025), AMS adalah penyakit yang disebabkan oleh tekanan udara dan kadar oksigen yang lebih rendah di ketinggian. Kondisi ini biasanya mulai terasa saat berada di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi, dan jika dipaksakan, gejala AMS bisa muncul.

Gejala dan Faktor Pemicu AMS

Gejala AMS bisa bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Dalam kasus ringan, penderita dapat mengalami pusing, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga sesak napas saat beraktivitas. Gejala ini umumnya muncul dalam satu hari setelah mencapai ketinggian dan biasanya bisa sembuh dengan istirahat.

Namun, dalam kasus yang lebih parah, AMS dapat berdampak serius pada organ vital seperti paru-paru dan otak. Gejala yang lebih berat mencakup batuk parah, sesak napas bahkan saat istirahat, kulit pucat, hingga hilangnya keseimbangan.

Faktor utama yang memicu AMS adalah mendaki terlalu cepat ke ketinggian ekstrem. Selain itu, orang dengan riwayat anemia, penyakit jantung, atau penyakit paru-paru juga memiliki risiko lebih tinggi. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sebelum mendaki sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

Untuk mencegah AMS, para pendaki disarankan untuk mendaki secara bertahap, memberikan waktu bagi tubuh untuk beraklimatisasi, dan tetap terhidrasi. Dengarkan tubuh Anda, jangan memaksakan diri, dan nikmati setiap momen pendakian dengan aman. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page