Merdeka dari Masa Kelam, 49 Warga Binaan Rutan Sampang Hapus Tato 

Avatar of Redaksi
IMG 20250815 WA0160
Salah satu Warga binaan Rutan Kelas II B sedang melakukan penghapusan tato. (Fais / Kabarterdepan.com)

Sampang, Kabarterdepan.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sampang menggelar kegiatan Hapus Tato Gratis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (15/8/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Hijrah Bareng, Merdeka dari Masa Kelam” ini diikuti oleh 49 warga binaan yang ingin menghapus tato sebagai langkah hijrah dan menghilangkan stigma negatif ketika kembali ke masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Sampang, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sampang Sudarmanto, Kasat Tahti Polres Sampang Aiptu Johanes Kilrewo, Danramil Tambelangan Ali Murdani, Kepala BRI Cabang Sampang Dahlan Hariyadi, Pengasuh Ponpes Al Haramain KH. Izzat Hasan Haraqi, serta tokoh masyarakat KH. Kian Santang.

Kepala Rutan Kelas IIB Sampang, Kamesworo, menyampaikan bahwa kegiatan hapus tato ini merupakan program perdana di Rutan Sampang dan menjadi bagian dari pembinaan warga binaan.

“Hapus tato juga bagian dari program pembinaan di Rutan Sampang, yang bertujuan membantu proses perubahan warga binaan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini selaras dengan konsep Rutan berbasis pesantren yang menekankan pembinaan mental dan spiritual.

“Kami ingin warga binaan berhijrah, tidak hanya dari hati, tetapi juga secara fisik. Program ini menjadi langkah awal agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan citra yang lebih positif,”  kata Kamesworo.

Proses penghapusan tato dilakukan dengan teknik laser. Sebelum tindakan, warga binaan menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah dan tes darah.

Area tato dibersihkan dan diberi krim anestesi agar proses penghapusan tidak menimbulkan rasa sakit. Tindakan penghapusan tidak langsung menghilangkan tato sepenuhnya, melainkan memerlukan 2–3 kali sesi.

Dengan adanya program ini, diharapkan para warga binaan dapat lebih percaya diri dan istiqamah dalam menjalani perubahan hidup menuju arah yang lebih baik. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page