Warga Jombang Protes Kenaikan PBB hingga 1.200 Persen, Bayar Pakai Koin Satu Galon

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 08 14 at 12.00.10 3ded5be0
Potret warga Jombang memprotes kenaikan PBB dengan membawa uang koin satu galon ke kantor Bapeda Jombang. (TikTok @jombang.informasi)

Jombang, Kabarterdepan.com – Gelombang protes terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) yang sebelumnya terjadi di Pati, kini merambah ke Jombang. Kenaikan PBB P2 di wilayah ini disebut mencapai 1.202 persen sejak 2024, memicu kemarahan warga.

Salah satu aksi protes yang menarik perhatian publik terjadi ketika seorang warga bernama Fattah Rochim (63), asal Desa Pulolor, mendatangi kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang dengan membawa uang koin dalam galon air mineral untuk membayar PBB rumahnya, Senin (11/8/2025).

Dalam video yang viral di media sosial, Fattah terlihat menumpahkan uang koin tersebut di kursi depan loket pembayaran. Koin-koin itu kemudian dihitung ramai-ramai di lantai oleh warga lain.

“Saya tidak mau tawar-menawar, nggak ada pajak tawar-menawar. Kalau sudah ditentukan kenaikan 300 sampai 500 persen itu wajar. Lah ini sampai 1 juta,” ujar Fattah, dikutip dari Liputan6.

Pada 2023 Fattah hanya dikenakan PBB P2 sebesar Rp 334.178 setelah pengurangan pajak Rp 188.662. Namun pada 2024, ia harus membayar sebesar Rp 1.238.428 dengan kenaikan sekitar 370 persen. Tahun ini, 2025, jumlah tagihannya kembali naik menjadi Rp 1,3 juta.

Fattah mengungkapkan bahwa uang receh yang dibawanya adalah tabungan anaknya sejak SMP.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapenda Jombang, Hartono, mengatakan pihaknya membuka ruang bagi warga untuk mengajukan keberatan.

“Bagi yang merasa keberatan, bisa mengajukan keberatan. Pada 2024, kami menerima sekitar 11 ribu pengajuan keberatan. Tahun 2025 ini sudah ada sekitar 5 ribu yang kami berikan keringanan maupun pembebasan pajak,” jelas Hartono. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page