
Kota Batu, kabarterdepan.com- Dugaan bullying menimpa seorang siswa SMP Negeri di Kecamatan Batu, Kota Batu. Kejadian tersebut diperkirakan sekitar dua pekan lalu.
Belakangan, korban diketahui merupakan anak Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu,yang menurut penuturan sang ayah, sang anak dipermalukan oleh dua kakak kelasnya, sampai baju yang dikenakannya dilepaskan di depan umum.
Peristiwa dugaan bullying tersebut terjadi di area lingkungan sekolah dan disaksikan oleh sejumlah orang. Namun, hingga kini motif kedua pelaku belum diketahui.
Ayah korban, S, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebelumnya berjanji akan memfasilitasi mediasi antara korban dan pelaku. Namun, sayangnya janji itu belum terealisasi meski sudah lebih dari dua minggu berlalu.
“Anak saya di-bully di depan umum, bajunya dilepas oleh dua kakak kelasnya. Kejadiannya jelas disaksikan saksi. Kepala sekolah waktu itu menjanjikan akan mediasi, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Ia menilai, lambannya penanganan pihak sekolah menambah kekecewaan bagi pihak keluarga.
Menurutnya, kasus perundungan di lingkungan pendidikan harus ditangani dengan cepat dan tegas, agar tidak menimbulkan trauma berkepanjangan bagi korban.
“Sekolah harus memastikan lingkungan belajar yang aman. Jangan sampai ada anak lain yang mengalami hal serupa,” tegasnya.
Sebagai salah satu pimpinan desa di Kecamatan Bumiaji, ia juga berharap pihak sekolah tidak hanya menyelesaikan masalah secara internal, tetapi juga memberikan sanksi tegas kepada pelaku dan memperkuat sistem pencegahan bullying.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Batu diharapkan ikut turun tangan mengawal kasus ini.
“Kalau ada kejadian seperti ini, harus ada ketegasan. Jangan sampai terkesan dibiarkan,” imbuhnya.
Kepala Sekolah (Kepsek) Klarifikasi
Sementara itu, berkaitan dengan dugaan adanya bullying yang dimaksud, pihak sekolah bakal memediasi sekaligus memberikan klarifikasi dengan memanggil Kades (orang tua-red) korban.
Kepala Sekolah, IM menyampaikan, jika hari ini Rabu (13/8/2025) pihaknya mengklarifikasi perihal dugaan adanya bullying yang dimaksud.
“Tinggal kita buat klarifikasi, sudah selesai ini sama Pak Kades saya, kami sudah tangani karena salah persepsi saja, kami luruskan kok sudah semua, matur nuwun koreksinya,” tandasnya. (Yan)
