Tren Kinerja BPR Sleman Positif, Salurkan Kredit hingga Rp750 Miliar di Semester I

Avatar of Redaksi
IMG 20250813 WA0000
Direktur Utama (Dirut) BPR Sleman Dandung Sriyadi saat ditemui di Pendopo Parasamya Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman, Selasa (12/8/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sleman telah menyalurkan kredit sebesar Rp750 miliar di semester I 2025.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) BPR Sleman Dandung Sriyadi saat ditemui di Pendopo Parasamya Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman, Selasa (12/8/2025).

Ia menyampaikan bahwa jumlah penyaluran kredit tersebut sudah sesuai dengan rencana bisnis perusahaan.

“Alhamdulillah kredit selama ini cukup kencang. Artinya apa yang kita rencanakan sesuai rencana bisnis kita, sudah sesuai relnya,” kata Dandung.

Saat ditanya terkait jumlah kredit macet, Dandun menekankan jumlah kredit macet di perusahaan tersebut tidak melebihi ambang batas sesuai ketentuan  yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia menyampaikan kredit yang disalurkan kepada masyarakat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan.

“kita ada yang kredit produktif, konsumtif dan juga temen-teman pegawai juga ada kredit, ada juga kredit emas,” katanya.

Tidak hanya menunjukkan kinerja baik tiap semester, Ia menjelaskan bahwa jumlah kredit di BPR Sleman selalu meningkat setiap tahun.

Pihaknya menyebut, BPR Sleman selalu mendapatkan penilaian kategori sangat bagus dari Infobank.

Dandung menyebut, hal itu tidak terlepas dari kinerja baik yang ditunjukkan di tahun-tahun sebelumnya dari berbagai aspek penilaian.

Hingga saat ini, pihaknya menyampaikan telah menerima laba bersih mencapai Rp10 miliar.

“Target kita Rp17,3 miliar hingga akhir tahun,” katanya.

BPR Sleman kini telah melakukan inovasi berupa kemudahan transaksi. Pihaknya disebut menjadi satu-satunya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang izin dari Bank Indonesia (BI) untuk melakukan layanan non tunai.

“Jadi nasabah bisa kita layani melalui ATM Bank Sleman yang ada di rumah sakit, perkantoran. Bisa juga melakukan transaksi menggunakan jaringan alto dan prima,” katanya.

“Insya Allah kita bisa menjangkau nasabah di seluruh wilayah di Indonesia,” imbuhnya.

Pihaknya juga tengah mengajukan perizinan dari Bank Indonesia untuk pembukaan layanan Mobile Banking dan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

“Kita tahap berizin ke Bank Indonesia, kita tunggu secepatnya,” katanya. (Hadid Husaini).

Responsive Images

You cannot copy content of this page