Dari Panel Surya hingga Pemantauan Udara Real-Time, Inovasi SEGTA 2025 FTMM Unair

Avatar of Redaksi
IMG 20250812 WA0131
Suasana penutupan SEGTA 2025 yang digelar oleh FTMM Unair. (Husni Habib/kabarterdepan.com) 

Surabaya, kabarterdepan.com- Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) secara resmi menutup rangkaian Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2025 di Auditorium Chandradimuka lt 9 Gedung Nano, Kampus C, Universitas Airlangga, Selasa (12/8/2025).

Sebagai program internasional tahunan, SEGTA bukan sekadar program tahunan. Melainkan bagian dari misi UNAIR untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seperti energi bersih, infrastruktur berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, air bersih dan sanitasi, hingga kemitraan global.

Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si. Wakil Dekan 3 Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian Masyarakat, dan Kerjasama FTMM Unair mengatakan SEGTA memiliki 6 klaster yang terdiri dari penerapan panel surya untuk pertanian, penanaman pohon kelapa dan pemupukan lahan, edukasi energi matahari, pemantauan kualitas air, pembangunan solar shelter, serta pemanfaatan drone untuk mendukung pariwisata.

“Berbagai inovasi ini sudah kami terapkan di Pulau Gili Iyang dan Kalianget. Peserta juga mendapatkan kuliah akademik, mengikuti workshop di laboratorium, hingga praktik lapangan di Bromo untuk melihat langsung penerapan teknologi dalam pariwisata berkelanjutan,” jelas Retna, Selasa (12/08/2025).

Kegiatan Sustainable Energy and Green Technology Application (SEGTA) 2025 kembali berlangsung dengan salah satu topik unggulan “Real-Time Air Quality Monitoring: Toward Green Sustainable Gili Iyang Island”. Agenda ini terselenggara pada Minggu (10/08) di Puskesmas Pembantu (Pustu) Bancamara, Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.

“Kami memasang teknologi pemantauan kualitas udara yang mampu mengukur konsentrasi oksigen dan karbondioksida secara real-time. Informasi tersebut menjadi rujukan penting bagi masyarakat untuk memahami kondisi udara dan menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama salah satu peserta SEGTA 2025 Myra Anne Miranda asal Malaysia mengatakan selama mengikuti SEGTA yang di gelar olah FTMM Unair dirinya mendapatkan banyak pengalaman menarik.

Apalagi tema yang diangkat adalah sustainability yang masih relevan dengan jurusan studinya yaknk Chemical Engginering. Selama mengikuti rangkaian SEGTA dirinya mengaku mendapatkan ilmu baru dan pengalaman yang menarik.

“Saya mengambil studi Chemical Engginering yang masih relevan dengan tema SEGTA kali yakni sustainability. Saya berkesempatan mengunjungi Gili Iyang dan berbagai tempat lainnya,” pungkasnya. (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page