Kabupaten Sampang Pertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Madya 2025

Avatar of Redaksi
IMG 20250809 WA0139
Nobar penerimaan penghargaan di Aula Kantor Bappeda Litbang Sampang (pwi sampang for kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang kembali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.

Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan dilakukan dalam Malam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2025 yang digelar secara virtual melalui zoom meeting pada Jumat malam (8/8/2025) di Aula Kantor Bappeda Litbang Sampang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Gugus Tugas KLA sekaligus Kepala Bappeda Litbang Sampang, Ir. Hj. Umi Hanik Laila, serta Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Sampang, Edi Subinto, S.Pd., MM.

Dalam sambutannya, Menteri PPPA RI Arifah Fauzi berharap penghargaan ini menjadi penguat komitmen daerah dalam mewujudkan pemenuhan hak anak.

“Anak merupakan masa depan kita dan menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari bergandengan tangan, saling bersinergi, dan saling menguatkan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya secara virtual.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi melalui Kepala Bappeda Litbang Ir. Hj. Umi Hanik Laila mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, di tahun 2025 ini kami bisa tetap mempertahankan predikat Madya sesuai target,” katanya, Sabtu (9/8/2025).

Umi Hanik menambahkan, keberhasilan mempertahankan predikat ini tidak terlepas dari arahan Bupati Sampang yang peduli terhadap pemenuhan hak anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, serta peran aktif forum anak dalam pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat, bahkan rela bekerja lembur demi melengkapi seluruh indikator KLA.

Menurutnya, Kabupaten Sampang telah memenuhi lima klaster penilaian KLA, yaitu:

1. Hak sipil dan kebebasan anak.

2. Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

3. Kesehatan dasar dan kesejahteraan.

4. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya.

5. Perlindungan khusus bagi anak.

“Banyak yang telah kami evaluasi sehingga bisa tetap di kategori Madya. Mulai dari kebijakan yang berpihak kepada anak, menjamin tumbuh kembang anak, hingga kerja sama dengan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Sebagai informasi, penghargaan Kabupaten Layak Anak diumumkan serentak oleh Kementerian PPPA RI pada Jumat malam pukul 19.00 WIB secara daring. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page