Tewas Diduga Dianiaya Senior, Orang Tua Prada Lucky Tuntut Keadilan: Kalau Bisa Semua Dihukum Mati!

Avatar of Redaksi
20250809 150624
Potret jenazah Prada Lucky di rumah duka. (X @KakekHalal)

NTT, Kabarterdepan.com — Seorang Prajurit Dua (Prada) TNI, Lucky Chepril Saputra Namo, yang bertugas di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia setelah dirawat empat hari secara intensif di rumah sakit diduga akibat penganiayaan oleh seniornya, Rabu (6/8/2025).

Kabar duka ini memicu kemarahan kedua orang tua Prada Lucky yang menuntut keadilan.

Ayah almarhum, Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, dengan lantang menyuarakan kekecewaan dan kemarahannya saat mendampingi jenazah sang anak.

“Merah putih ini saya pakai buat apa? Bubarkan Indonesia ini, tak usah jadi negara. Apa perlu korban terus?” ucap Serma Christian, dikutip dari akun Instagram @NTT_Terkini, Kamis (7/8/2025).

Serma Christian bertekad untuk terus memperjuangkan kasus ini meskipun harus mempertaruhkan nyawanya.

“Gak ada yang berani tutup mulut saya, siapapun itu, tidak ada yang berani sentuh saya untuk kebenaran dan keadilan, nyawa saya taruhkan. Selama saya hidup, saya kejar terus,” lanjutnya.

Ia menuntut hukuman yang setimpal bagi para pelaku.

“Kalau bisa semua dihukum mati. Anak tentara aja dibunuh kok, bagaimana mau yang lain,” tegas Serma Christian.

Jenazah Prada Lucky telah dibawa ke rumah duka di asrama tentara Kuanino untuk disemayamkan.

Sementara itu, ibu kandung Prada Lucky, Epi Seprina Mirpey, menceritakan bahwa putranya sempat berada di rumah ibu angkatnya dalam kondisi tubuh penuh luka.

“Waktu dia kena pukul pertama, dicambuk itu, dia minta tolong ke mama angkatnya. Badannya sudah hancur semua dari tangan. Dia bilang dia punya senior, dipukul sama Bamag, Kasi Intelnya, dan senior-senior yang lain,” ungkap Epi, dikutip dari akun TikTok @amar.chelsea22.

Epi menegaskan bahwa ia akan mengawal kasus ini ke proses hukum.

“Kalau mati di medan perang saya terima, itu tugas dia bela negara. Ini mati sia-sia di tangan senior. Proses mereka, pecat, bila perlu hukuman mati,” tegasnya.

Epi juga menyebut ada sekitar 20 orang diduga terlibat dalam penganiayaan anaknya, tidak mungkin hanya 4 orang.

“Saya mama kandung, saya yang melahirkan dia, sakit hati saya, hancur hati saya, kalian bikin seperti ini,” tandasnya.

Dari informasi yang dihimpun, Prada Lucky sempat koma di ICU akibat gagal ginjal dan kerusakan paru-paru yang parah akibat memar.

Peristiwa tragis ini terjadi hanya dua bulan setelah ia dilantik sebagai prajurit TNI pada Juni 2025. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page