
Surabaya, kabaterdepan.com- Letak Indonesia yang berada di cincin api pasifik dan pertemuan berbagai lempeng tektonik membuatnya menjadi wilayah yang rentan dengan bencana alam. Salah satu bencana yang sering terjadi adalah gempa bumi dan tsunami.
Setiap terjadinya bencana alam, proses evakuasi yang cepat sangat diperlukan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Apalagi bagi penyandang disabilitas, proses evakuasi memiliki tantangan tersendiri karena keterbatasan fisik yang dimiliki.
Oleh sebab itu Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menciptakan aplikasi peringatan dini tsunami yang rama bagi penyandang disabilitas khususnya tunanetra. Aplikasi berbasis Android yang diberi nama ‘Joko Tingkir’ itu lahir dari hasil riset tim pakar yang terdiri dari, Madlazim (guru besar) sebagai ketua bersama Tjipto Prastowo (guru besar) dan Muhammad Nurul Fahmi sebagai anggota. Ketiganya merupakan pakar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Ketua peneliti, Madlazim mengatakan ‘Joko Tingkir’ dirancang dengan prinsip kesederhanaan dan inklusivitas, menampilkan elemen-elemen visual yang kontras untuk pengguna dengan sisa penglihatan, serta mendukung navigasi berbasis suara bagi tunanetra total.
“Aplikasi ini memberikan panduan suara memberikan yang dapat menuntun secara langsung, sedangkan elemen sentuh layar dirancang untuk kompatibel dengan teknologi screen reader,” jelas Joko, Jumat (8/8/2025).
Lebih lanjut, pada layar awal, pengguna dapat mengakses informasi dasar, seperti status sistem dan panduan penggunaan. Aplikasi tersebut mampu memberikan informasi seputar gempa dan potensi tsunami secara real time melalui notifikasi suara, getaran, dan tampilan visual yang ramah bagi penyandang disabilitas.
“Aplikasi ini merupakan pengembangan lebih jauh dari model sebelumnya yang diperuntukkan bagi masyarakat umum, tetapi belum mengakomodasi kebutuhan teman-teman disabilitas. Model yang sekarang ini dikembangkan ramah penyandang tunanetra,” tambahnya.
Proses pengembangan teknologi ini dimulai dengan pengambilan data gempa bumi dari layanan FDSNWS (Federated Data Service Network Web Services), yang menyediakan data real-time terkait kejadian gempa bumi di seluruh wilayah Indonesia dan sekitarnya.
Data ini mencakup informasi detail mengenai lokasi episentrum, magnitudo, kedalaman, dan parameter lainnya. Jika gempa yang terjadi terdeteksi berpotensi tsunami, maka aplikasi akan memberikan peringatan dini dalam bentuk notifikasi suara dan getaran mengenai informasi gempa, dan estimasi dampak tsunami.
Getaran digunakan sebagai bentuk tambahan peringatan untuk memastikan pengguna tunanetra dapat merasakan sinyal bahaya secara langsung.
“Dalam kasus di mana potensi tsunami tidak terdeteksi, teknologi tetap memberikan notifikasi suara yang berisi informasi lengkap mengenai parameter gempa bumi, sehingga pengguna tetap mendapatkan informasi yang relevan,” pungkasnya. (Husni Habib)
