Perkuat Pengawasan, Lapas Mojokerto Lakukan Optimalisasi CCTV di Area Bimbingan Kerja

Avatar of Lintang
Petugas Lapas Kelas IIB Mojokerto melakukan perbaikan dan optimalisasi sistem pengawasan CCTV.
Petugas Lapas Kelas IIB Mojokerto melakukan perbaikan dan optimalisasi sistem pengawasan CCTV. (Humas Lapas Mojokerto)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan internal.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, jajaran petugas melakukan perbaikan dan optimalisasi sistem pengawasan Closed Circuit Television (CCTV) di area Bimbingan Kerja (Bimker) pada Kamis (7/8/2025).

Langkah strategis ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya proaktif untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan produktif. Area Bimker merupakan pusat kegiatan pembinaan keterampilan bagi para narapidana, sehingga aspek pengawasan menjadi sangat krusial.

Dengan sistem CCTV yang berfungsi optimal, setiap aktivitas dapat terpantau dengan baik, meminimalkan risiko keamanan, serta memastikan proses pembinaan berjalan lancar.

Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa optimalisasi CCTV ini merupakan bagian dari program pembenahan menyeluruh terhadap sarana pendukung keamanan.

“Area Bimker merupakan salah satu titik vital karena di sanalah warga binaan mengikuti pelatihan dan pembinaan keterampilan. Untuk itu, pengawasan yang maksimal sangat diperlukan, baik untuk menjaga keamanan maupun mendukung transparansi proses pembinaan,” ujar Rudi Kristiawan.

Tim teknisi dan petugas pemasyarakatan bahu-membahu melakukan pengecekan, perbaikan jalur kabel, hingga penggantian unit kamera yang sudah tidak optimal. Setelah proses perbaikan, kualitas tampilan video dan jangkauan pengawasan dipastikan lebih baik dari sebelumnya.

Dengan adanya sistem CCTV yang berfungsi optimal, pengawasan terhadap aktivitas warga binaan di area Bimker kini dapat dilakukan secara real-time dan terekam dengan baik. Hal ini juga diharapkan dapat mencegah potensi gangguan keamanan serta memperkuat sistem deteksi dini di lingkungan Lapas Mojokerto.

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Lapas Mojokerto dalam mewujudkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran serta menciptakan lembaga pemasyarakatan yang bersih, aman, dan humanis. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page