
Blora, Kabarterdepan.com – Sebanyak 79.715 warga Kabupaten Blora, menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bantuan berupa beras ini disalurkan untuk alokasi dua bulan, masing-masing 10 kilogram per bulan, sehingga total mencapai 1.594 ton.
Hal itu disampaikan Sub Koordinator Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Pamuji Retno, Kamis (31/07/2025).
“Ada 1.594 ton beras. Kami pastikan seluruhnya telah tersalurkan,” ujarnya.
Pamuji menambahkan, apabila warga menemukan beras dengan kualitas buruk, mereka bisa menukarnya. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan kepala desa dan camat untuk mengawal proses distribusi dan pengawasan mutu.
“Kalau ada yang menerima beras kualitas buruk, bisa ditukar. Kami sudah sampaikan ke kades dan camat agar mengawal itu,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Pati, Nur Hardiansyah, menjelaskan bahwa bantuan disalurkan secara akumulatif pada akhir Juli, meskipun alokasi dimulai sejak Juni 2025.
“Setiap penerima langsung mendapat 20 kilogram. Itu akumulasi dua bulan,” terangnya.
Ia menegaskan, jika masyarakat menemukan beras yang tidak layak konsumsi, dapat segera melapor untuk dilakukan penukaran beras.
“Kami siap mengganti beras yang kualitasnya buruk. Ada mekanisme penukaran. Kalau memang benar-benar tidak layak, cukup lapor. Dalam 1×24 jam akan kami ganti,” tegas Nur.
Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat Blora menggunakan untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga beras hasil bantuan tidak memperjualbelikan, atau untuk kebutuhan yang lainya.
“Gunakan untuk konsumsi sehari-hari, sesuai tujuan program dari pemerintah pusat. Tidak untuk diperjualbelikan,” pesannya.(Fitri)
