
Blora, Kabarterdepan.com – Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Polres Blora membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengantisipasi peredaran beras oplosan. Pembentukan satgas ini juga sebagai langkah proaktif dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, mengungkapkan bahwa pembentukan Satgas Pangan di Blora bertujuan untuk mencegah maraknya peredaran beras oplosan yang telah meresahkan banyak daerah di Indonesia.
“Satgas Pangan ini akan melakukan monitoring, dan penyelidikan intensif di pasar-pasar tradisional di Blora untuk memastikan tidak ada peredaran beras oplosan yang merugikan masyarakat,” kata Kapolres Blora, Kamis (31/07/2025).
Fokus utama dari Satgas Pangan adalah pasar-pasar yang menjadi pusat distribusi utama kebutuhan pokok, seperti Pasar Sidomakmur, Pasar Induk Cepu, Pasar Rakyat Randublatung, dan Pasar Jepon.
“Selain beras oplosan, kami juga akan memantau harga dan pasokan kebutuhan pokok lainnya di pasar-pasar tradisional,” tambahnya.
Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025. Polres Blora juga bekerja sama dengan Perum Bulog dan instansi terkait untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok berjalan lancar.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan, terutama menjelang hari besar nasional yang biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat,” tegas AKBP Wawan.
Selain itu, Satgas Pangan juga mengimbau kepada pedagang untuk tidak menimbun barang yang dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga yang tidak wajar.
“Pedagang diminta untuk menjaga etika usaha dan mendukung kestabilan pasar demi kepentingan bersama,” ujarnya.
Kapolres Blora juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja. Diharapkan kestabilan pasar di Kabupaten Blora tidak menggangu banyaknya aktivitas di bulan Kemerdekaan.
“Jangan berbelanja secara berlebihan. Belilah sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Sikap ini akan sangat membantu menjaga kestabilan pasar dan menghindari kepanikan yang tidak perlu,” katanya.
AKBP Wawan menambahkan, kegiatan monitoring oleh Satgas Pangan akan terus dilakukan secara intensif setiap pekan hingga situasi pasar benar-benar stabil. Masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu memeriksa kualitas barang, termasuk beras yang dibeli.
“Kenali ciri-ciri beras oplosan dan laporkan ke pihak berwenang jika menemukan dugaan pelanggaran. Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menjaga kestabilan ekonomi daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Dari hasil pemantauan, AKBP Wawan menyebutkan bahwa stok bahan pokok di Blora masih aman. Komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam menunjukkan kestabilan baik dari segi harga maupun pasokan.
“Dengan saling mendukung dan bertindak jujur, kita ikut membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera, mulai dari pasar rakyat hingga meja makan keluarga,” kata AKBP Wawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, menyampaikan bahwa stok pangan di Kabupaten Blora saat ini berada dalam kategori aman. Hal ini seiring dengan dimulainya panen padi kedua di tahun 2025.
“Panen padi yang kedua baru saja dimulai di beberapa desa, termasuk di Desa Gayam, Kecamatan Bogorejo. Stok pangan kami aman,” ujarnya. (Fitri)
