Bupati Jember Minta Warga Tak Panik, Pertamina Kirim BBM Dalam Jumlah Besar

Avatar of Redaksi
IMG 20250729 WA0001
Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan keterangan pers, Senin (28/7/2025) malam. (Lana Rumania/kabarterdepan.com)

Jember, kabarterdepan.com-
Dampak adanya penutupan jalur gumitir perbatasan Jember Banyuwangi mulai 24 Juli 2024 ,berimbas pada pengirim BBM dari Depo Pertamina untuk 41 SPBU di kawasan Kabupaten Jember.

Akibatnya sejak hari sabtu 26 -28 Juli 2025 41 SPBU di Jember mengalami kelangkaan adanya keterlambatan pasokan BBM baik pertalit maupun Pertamax.

Akibatnya pendistribusian mobil BBM dari depo pertamina Banyuwamgi yang kirim ke Jember terjebak kemacetan yang cukup panjang puluhan kilometer. Sehingga terjadi kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang roda dua dan roda empat terjadi di seluruh wilayah Jember.

Melihat kondisi terjadi keterlambatan pengiriman BBM di Jember pihak pertamina langsung melakukan antisipasi sejak hari minggu 27 Juli 2025 telah berupaya dengan mengalihkan pengiriman BBM dari depo pertamina Surabaya dikirim ke Jember. Sehingga jarak tempuhnya juga membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 6 Jam .

Oleh sebab itu Bupati Jember Gus Fawait bersama DPRD Jember didampingi OPD melakukan jumpa pers di gedung DPRD Jember, Senin ( 28/7/2025) malam.

Gus Fawait menjelaskan keterlambatan pasokan BBM di Jember sudah ada solusi dan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Pemkab Jember tidak memiliki peran terkait pendistribusian BBM.

“Alhamdulilah apa yang terjadi kelambatan pasokan BBM di Jember malam ini direspon poistif oleh pihak pertamina, berjanji malam ini akan segera mengirim sebanyak mungkin pengisian 41 SPBU di Kabupaten Jember, warga jangan panik, ” Kata Gus Fawait.

Bupati Fawait menegaskan informasi yang didapatnya dari Pertamina terkait pengiriman besar-besaran tersebut benar-benar riil terjadi di lapangan.

“Info yang kami peroleh, pengirimannya sudah dihitung bahkan dilebihi oleh Pertamina, laporan dari Pertamina itu betul-betul riil,” ujarnya.

Meski demikian Pihaknya akan terus memantau perkembangan pengiriman BBM dari Pertamina tersebut.

“Tetapi kami di sini berkomitmen bersama-sama untuk mengatasi krisis kelangkaan BBM segera teratasi,” imbuhnya.

Pada kesempatan terpisah Agus wsrga pamti yang kesebarian bekerja sebagai Ojek online mengatakan, kelangkaan BBM sangat berdampak terhadap pendapatannya karena harus antre untuk dapat BBM Pertalite sekitar 3 jam.

“Selama antre BBM selalu ada pelanggan yang melakukan order sehingga kami batalkan karena masih antri BBM,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Agus berharap pihak pertamina bisa menambah armada pengiriman dari Surabaya ke Jember agar ketersediaan BBM di Jember bisa normal.

“Hari ini sudah jam 20.00 Win kami baru dapat order 5 penumpang, biasanya saya kerja pagi jam 05.00 sd 17.00 WIB sudah pulang karena sudah terpenuhi kuota 15 pemakai jasa ojek online,” pungkasnya. (Lana)

.

Responsive Images

You cannot copy content of this page