
Kesehatan, Kabarterdepan.com – Merasa lelah secara terus-menerus tanpa alasan yang jelas seringkali diabaikan sebagai gejala biasa akibat aktivitas padat. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan, sebab kelelahan tanpa sebab yang persisten bisa menjadi salah satu tanda awal kanker.
Pentingnya mengenali isyarat tubuh ini ditekankan sebagai langkah krusial dalam diagnosis dini kanker, yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 10 juta kematian akibat kanker di dunia pada 2020. Kelelahan terkait kanker berbeda dengan kelelahan biasa.
Kelelahan ini tidak membaik dengan istirahat, dapat terasa luar biasa, dan memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Sensasi tubuh lemas yang ekstrem ini tidak selalu diikuti oleh rasa sakit, namun dapat sangat mengganggu kualitas hidup.
Para ahli kesehatan menggarisbawahi bahwa kelelahan semacam ini seringkali merupakan respons imun tubuh terhadap sel kanker yang sedang berkembang.
Sel kanker dapat memicu peradangan, mengubah metabolisme tubuh, dan melepaskan protein tertentu yang menyebabkan kelelahan ekstrem.
Selain itu, kanker juga dapat menyebabkan anemia, kurang gizi, atau gangguan fungsi organ, yang semuanya berkontribusi pada rasa lelah.
Beberapa jenis kanker yang seringkali menunjukkan kelelahan sebagai gejala awal meliputi leukemia, limfoma, kanker usus besar, dan kanker payudara.
Meskipun demikian, kelelahan juga bisa disebabkan oleh banyak kondisi lain seperti anemia, gangguan tiroid, depresi, atau sindrom kelelahan kronis. Oleh karena itu, konsultasi medis menjadi sangat vital.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami kelelahan yang tidak biasa, persisten, dan tidak membaik meskipun sudah beristirahat cukup, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk mencari tahu penyebab pasti dari kelelahan tersebut. Diagnosis dini adalah kunci untuk penanganan yang efektif, memberikan kesempatan terbaik bagi pasien untuk mengatasi penyakit serius seperti kanker. Jangan abaikan sinyal tubuh Anda; mendengarkan tubuh bisa menjadi langkah penyelamat jiwa. (*)
