
Sampang, kabarterdepan.com – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, Mas’udi, menegaskan pentingnya penindakan tegas terhadap siswa yang melakukan pelanggaran disiplin di sekolah.
Pernyataan ini disampaikan menyusul pemberitaan sebelumnya mengenai siswa SMA yang kedapatan bolos dan menghabiskan waktu di rental PlayStation (PS).
Dalam wawancara via telepon dengan kabarterdepan.com, kamis siang (24/7/2025), Mas’udi menyampaikan bahwa guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter siswa, tidak hanya sekadar mengajar mata pelajaran.
“Guru itu bebannya luar biasa. Mereka bukan hanya dituntut untuk mengajar, tapi juga harus mampu menjadi orang tua dan teladan bagi siswa-siswinya,” ujar Mas’udi.
Menurutnya, sekolah tidak boleh lengah dalam menghadapi siswa bermasalah. Tindakan seperti bolos, apalagi sampai dilakukan secara berulang, perlu ditindak tegas agar tidak menjadi kebiasaan buruk yang menular ke siswa lainnya.
“Sekolah harus berani mengambil sikap. Bila perlu, ada sanksi yang mendidik tapi tegas. Anak-anak perlu tahu batas, dan guru harus berdiri sebagai pengarah utama,” tambahnya.
Mas’udi juga menekankan pentingnya pengajaran nilai-nilai keimanan dan ketakwaan (imtaq) dalam lingkungan sekolah. Ia meyakini bahwa kecerdasan tanpa diiringi adab dan sopan santun tidak akan membentuk generasi yang utuh.
“Orang pintar tanpa adab dan iman itu bukan apa-apa. Maka dari itu, penanaman nilai-nilai keagamaan dan moralitas di sekolah sangat krusial, terutama di era sekarang,” pungkasnya.
Dengan pernyataan ini, Cabang Dinas Pendidikan Sampang berharap seluruh sekolah di wilayahnya lebih proaktif dalam mengawal perilaku siswa dan membentuk generasi yang cerdas serta berakhlak. (Fais)
